Cegah Bullying-Nikah Muda dan Perlindungan Anak, DP3A Datangi Sekolah se-Kutim
Cegah Bullying-Nikah Muda dan Perlindungan Anak, DP3A Datangi Sekolah se-Kutim. Tampak para siswa di Sangatta ini antusias mengikuti setiap paparan dari DP3A Kutim pada awal bulan ini
![]()

AspirasiNews.id, Kutim- Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Kutai Timur (Kutim), terus aktif melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah. Tujuannya untuk menekan angka kekerasan, dan menguatkan perlindungan anak di daerah tersebut.
hal in dikemukakan oleh Kepala Bidang (Kabid) Pemenuhan Hak Anak DP3A Kutim, Rita Winarni. Dirinya mengatakan, bahwa kegiatan sosialisasi ini menjadi langkah strategis. Karena sebagian besar kasus yang terjadi melibatkan anak usia sekolah. Terutama umur remaja.

“Materi yang kami bawa, fokus pada pencegahan pernikahan dini, bullying, dan pemahaman hak anak. Untuk SMP dan SMA kami intens, karena risiko kasusnya lebih tinggi. Tetapi jika SD, meminta pendampingan, kami tetap turun,” jelas Rita, sapaan akrabnya, pada Kamis (27/11/2025).
Menurutnya, pencegahan pernikahan dini, kini menjadi isu krusial di Kutim. Mengingat angka kasus yang masih tinggi dalam beberapa tahun terakhir. Melalui sosialisasi, DP3A ingin memastikan. Siswa memahami dampak pernikahan dini, serta pentingnya melanjutkan pendidikan.
Selain itu, kasus bullying juga masih ditemukan di beberapa sekolah. Rita menyebutkan, berdasarkan dialog langsung saat sosialisasi, siswa SMP merupakan kelompok yang paling rentan. Karena berada pada fase perkembangan emosional yang labil. Edukasi diberikan, untuk mendorong anak berani melapor. Juga untuk membentuk budaya sekolah yang lebih aman.

“Kami selalu tanya ke siswa, dan banyak yang mengakui bullying masih terjadi. Karena itu, lewat sosialisasi ini, kami tekankan. Pentingnya melapor, dan mencegah kekerasan di lingkungan sekolah,” beber Rita.
Tak hanya sekolah formal, DP3A juga memberikan materi serupa di tempat ibadah, serta komunitas masyarakat. Salah satunya melalui program Rumah Ibadah Ramah Anak. Yakni turut meminta narasumber dari DP3A, untuk menguatkan pemahaman, terkait perlindungan anak tersebut.
“Melalui program rutin, yang menyasar berbagai jenjang pendidikan. Kita pastinya tindak mau adanya seperti itu, karena anak-anak kita pasti terganggu masa mudanya,” ungkap Rita Winarni. (Adv/Diskominfo Kutim)
