12/02/2026

Muara Bengkal Kebakaran, BPBD Kutim Tegaskan Penanganan di Lapangan Berjalan Intensif

0
Muara Bengkal Kebakaran, BPBD Kutim Tegaskan Penanganan di Lapangan Berjalan Intensif

Muara Bengkal Kebakaran, BPBD Kutim Tegaskan Penanganan di Lapangan Berjalan Intensif. Tampak LOkasi Kejadian Kebakaran di Desa Muara bengkal Ulu-Prokom Kutim-

Loading

Diskominfo Kutim

AspirasiNews.id, Kutim- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kutai Timur (Kutim), kembali memastikan. Terutama proses pemantauan pasca musibah kebakaran di Muara Bengkal, terus dilakukan secara berkelanjutan dan intensif. Penegasan informasi tersebut, dikemukakan oleh Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik BPBD Kutim, Muhammad Naim. Dirinya menegaskan, bahwa koordinasi lapangan sudah berjalan, sejak laporan pertama masuk.

Pria yang akrab disapa Naim ini menjelaskan, bahwa Tim Reaksi Cepat (TRC) memang belum dapat diturunkan, terutama pada malam terjadinya kebakaran. Dimana musibah itu terjadi, pada Sabtu (15/11/2025) malam. Selain kejadiannya berlangsung di luar jam operasional, lokasi Kecamatan Muara Bengkal yang cukup jauh dari pusat kabupaten. Hal itu juga menjadi tantangan tersendiri, dalam pergerakan tim.

Bankkaltimtara CMS 2024
Bankkaltimtara CMS

“Walaupun TRC tidak langsung dikerahkan malam itu, pengawasan tetap berjalan. Setiap kecamatan sudah memiliki petugas wilayah BPBD yang memonitor situasi secara langsung,” urai Naim, saat ditemui di ruang kerjanya, di Sangatta, pada Senin (17/11/2025).

Naim menyampaikan, bahwa respons cepat pemerintah kecamatan, sangat membantu penanganan awal. Tidak lama setelah kebakaran terjadi, pihak kecamatan mendirikan posko darurat. Bertujuan sebagai pusat pendataan dan penanganan awal, bagi warga yang terdampak. Posko ini, kata Naim, menjadi titik koordinasi penting. Sembari BPBD mengatur dukungan logistik, dan langkah lanjutan dari tingkat kabupaten.

“Begitu kejadian dilaporkan, kami langsung mendapatkan update dari lapangan. Meski personel TRC belum bisa berangkat malam itu. Tetapi sistem monitoring kami, tetap bekerja melalui petugas kecamatan, yang ada di bawah koordinasi BPBD,” ungkap Naim.

Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik BPBD Kutim, Muhammad Naim

Naim menambahkan, bahwa langkah cepat camat dalam membangun posko sementara, sangat membantu. Terutama dalam memastikan kebutuhan mendesak masyarakat, dapat teridentifikasi lebih awal. Hal ini membuat proses pelaporan, verifikasi, serta evaluasi kondisi lapangan menjadi lebih cepat dan terstruktur.

Menurutnya, pola pembagian tugas personel BPBD yang ditempatkan di setiap kecamatan, memudahkan alur komunikasi ketika terjadi bencana. Dengan sistem ini, perkembangan di lapangan bisa diterima secara langsung. Meski terdapat kendala jarak, maupun waktu.

“Setiap personel kami, sudah ditugaskan untuk bertanggung jawab, atas satu kecamatan. Sehingga alur monitoring menjadi lebih efektif,” terang Naim. (Adv/Diskominfo Kutim)

Tinggalkan Balasan