Perkuat Fondasi dan Ketahanan Keluarga, Budianto Bulang Sosper di Sandaran
Perkuat Fondasi dan Ketahanan Keluarga, Budianto Bulang Sosper di Sandaran. Tampak Anggota Komisi-I DPRD Kaltim, Budianto Bulang, saat menggelar kegiatan Sosperda Ketahanan Keluarga, di Desa Susuk Luar, Kecamatan Sandaran, Kutim.
![]()

AspirasiNews.id, Samarinda- Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), Budianto Bulang, kembali melaksanakan Sosialisasi Peraturan Daerah (Sosper) Nomor 2 Tahun 2025. Tentang Penyelenggaraan Pembangunan Ketahanan Keluarga. Kali ini bertempat di Desa Susuk Luar, Kecamatan Sandaran, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), pada Sabtu (15/11/2025).
Puluhan warga, tokoh adat, dan perangkat desa hadir. Mereka datang mengikuti kegiatan tersebut, yang berlangsung santai, namun penuh komunikatif.

Dalam peparannya, Legislator asal Partai Golkar itu menegaskan. Sejatinya, penguatan ketahanan keluarga merupakan kunci utama. Khususnya dalam membangun masyarakat yang sehat, dan berdaya.
“Jika keluarga kuat, maka daerah juga kokoh. Perda ini menjadi pedoman, agar setiap keluarga di Kaltim mendapat pembinaan, perlindungan, dan dukungan yang layak,” jelas Budianto Bulang, Anggota Komisi-I DPRD Kaltim ini.
Budianto menambahkan, aturan ini tidak boleh berhenti sebagai regulasi di atas kertas. Perda (Peraturan Daerah), harus diterjemahkan menjadi program nyata. Utamanya, yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, hingga di tingkat desa.
Agenda kedewanan rutin Sosper Budianto ini, juga mengahdirkan dua narasumber kompeten dibidangnya. Pemateri pertama, yakni Muhammad Hasbi. Dia menjelaskan, bahwa Perda tersebut mencakup berbagai strategi. Utamanya mengani peningkatan kualitas keluarga. mulai dari aspek pendidikan, kesehatan, hingga perlindungan anak.
“Keluarga adalah ruang belajar pertama bagi anak. Karena itu, pemerintah daerah wajib memastikan. Yakni pembinaan keluarga berjalan optimal,” urai Hasbi.
Selanjutnya, narasumber lainnya, Rian Kurniawan. Dirinya juga menekankan, pentingnya keterlibatan warga. Terutama dalam penerapan Perda di lapangan. KArena warga desa, merupaka akar rumput.
“Regulasi ini tidak akan berjalan, jika hanya mengandalkan pemerintah. Masyarakat harus aktif berpartisipasi. Agar ketahanan keluarga benar-benar terwujud,” ajak Rian.
Kata Rian, kegiatan semakin hidup dengan sesi dialog. Dimana, warga menyampaikan berbagai masukan. Terkait program pembinaan keluarga, di desa mereka.
pada sesi pamungkas, Dia megungkapkan. Bahwa melalui sosialisasi kegiatan ini, diharapkan kesadaran masyarakat meningkat. Utamanya mengenai pentingnya keluarga, yakni sebagai basis pembangunan sosial semakin menguat. Sekaligus mendorong, lahirnya keluarga yang tangguh, dan sejahtera di Kaltim. (Adv/DPRD Kaltim)
