18/04/2026

DPPPA Kutim Dorong Keluarga Berpikir Kreatif dan Mandiri, Kualitas Bukan Soal Ekonomi

0
DPPPA Kutim Dorong Keluarga Berpikir Kreatif dan Mandiri, Kualitas Bukan Soal Ekonomi

DPPPA Kutim Dorong Keluarga Berpikir Kreatif dan Mandiri, Kualitas Bukan Soal Ekonomi. Tampak Kabid (Kepala Bidang) Peningkatan Kualitas Hidup Perempuan (PKHB) DPPPA Kutim, Dina Frihandini, mewakili Kepala Dinas (Kadis) DPPPA Kutai Timur (Kutim), tegaslan Keluarga adalah fondasi utama, dalam pembangunan masyarakat di daerah.

Loading

Diskominfo Kutim
Diskominfo Pemkab Kutim-Benner

AspirasiNews.id, Sangatta- Keluarga adalah fondasi utama, dalam pembangunan masyarakat di daerah. Hal ini, disampaikan Kabid (Kepala Bidang) Peningkatan Kualitas Hidup Perempuan (PKHB) DPPPA Kutim, Dina Frihandini, mewakili Kepala Dinas (Kadis) DPPPA Kutai Timur (Kutim). Karena menjadi fokus utama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutim, melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA), untuk meningkatkn peran keluarga di wilayahnya.

Dina Frihandini menekankan, bahwa keluarga memiliki peran fundamental, dalam membentuk karakter. Seperti mental, dan kemandirian setiap individu. Selain itu, Dina juga menyoroti tantangan yang dihadapi keluarga modern. Terutama laju perkembangan zaman, dan kompleksitas ekonomi. Dia menilai, kondisi ini menuntut keluarga, untuk memiliki kemampuan adaptasi yang tinggi.

Bankkaltimtara BPD KUR 2024
Bankkaltimtara BPD KUR

“Di tengah perkembangan zaman yang begitu cepat, dan tantangan ekonomi yang semakin kompleks. Keluarga dituntut untuk mampu beradaptasi, dengan perubahan dan berpikir kreatif. Terutama dalam menghadapi berbagai situasi,” jelas Dina Frihandini, dalam sambutannya di Ruang Damar, Gedung Serba Guna (GSG) Bukit Pelangi, Sangatta Utara, pada Kamis (13/11/2025).

Dia menilai, entrepreneur mindset sangat relevan, dengan kebutuhan keluarga saat ini. Pihaknya meluruskan, bahwa konsep pemahaman kewirausahaan. Tidak hanya terbatas pada bisnis, atau usaha saja.

Entrepreneur mindset, bukan sekadar tentang bisnis. Tetapi tentang cara berpikir inovatif, solutif, dan adaptif,” terang Dina, sapaan akrabnya.

Dina Frihandini, juga menegaskan. Bahwa kualitas keluarga, tidak bisa diukur hanya dari aspek kesejahteraan ekonomi semata. Menurutnya, kemampuan anggota keluarga untuk berinovasi dan mandiri, adalah indikator penting lainnya.

“Keluarga yang berkualitas, tidak hanya dilihat dari kesejahteraan ekonomi semata. Tetapi juga dari kemampuan untuk berinovasi, beradaptasi dan mandiri,” seru Dina. (Adv/Diskominfo Kutim)

Tinggalkan Balasan