13/05/2026

Ketua DPRD Soroti Mangkraknya Hotel Atlet, Minta Pemprov Serius Garap Potensi PAD

0
Ketua DPRD Soroti Mangkraknya Hotel Atlet, Minta Pemprov Serius Garap Potensi PAD

Ketua DPRD Soroti Mangkraknya Hotel Atlet, Minta Pemprov Serius Garap Potensi PAD. Ketua DPRD Kalimantan Timur (Kaltim), Hasanuddin Mas’ud (Hamas)

Loading

Iklan Benner DPRD Kaltim 2025

AspirasiNews.id, Samarinda- Ketua DPRD Kalimantan Timur (Kaltim), Hasanuddin Mas’ud (Hamas), kembali melontarkan kritik tajamnya. Kali ini, menyoroti belum optimalnya pemanfaatan Hotel Atlet. Karena yang dinilianya, hingga kini masih menjadi aset pasif milik pemerintah daerah.

Padahal, bangunan strategis tersebut dinilai memiliki potensi besar. Yakni, sebagai sumber tambahan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Terlebih jika dikelola secara profesional.

Bankkaltimtara e-Tiket 2024
Bankkaltimtara e-Tiket

“Bangunan ini sangat strategis dan punya potensi besar. Tetapi kenyataannya, hampir tidak dimanfaatkan. Aktivitas terakhir tercatat saat MTQ beberapa waktu lalu,” jelas Hamas, sapaan akrabnya.

Hasanuddin yang akrab disapa Hamas ini, juga menilai. Bahwa pemanfaatan aset daerah, menjadi semakin penting. Terlebih di tengah menurunnya ketergantungan daerah pada dana transfer dari pemerintah pusat. Karena itu, Hotel Atlet disebut sebagai salah satu aset yang harus segera dikelola dengan pendekatan bisnis modern.

Sebagai langkah awal, Pemprov Kaltim telah menunjuk Perusda Mahakam Bangun Sarana (MBS) untuk mengambil alih pengelolaan hotel tersebut. Namun Hasanuddin menekankan bahwa penunjukan saja tidak cukup tanpa strategi bisnis yang terukur. 

Ia mendorong MBS menerapkan skema kerja sama business to business (B to B) dengan operator hotel profesional. Menurutnya, model ini lebih menjamin profesionalitas dan fleksibilitas dalam mengembangkan bisnis layanan.

“Kalau MBS bekerja sama dengan operator hotel profesional, hasilnya tentu lebih optimal. Banyak contoh hotel milik pemerintah di Jakarta yang berkembang pesat setelah dikelola pihak ketiga,” urai Hamas.

Hasanuddin berharap pola pengelolaan baru ini mampu menjadikan Hotel Atlet sebagai aset produktif yang memberikan kontribusi signifikan terhadap PAD, bukan sekadar bangunan tak terpakai.

“Aset ini harus bergerak, bukan hanya menjadi beban,” tegasnya.

Optimalisasi Hotel Atlet menjadi bagian dari upaya Pemprov Kaltim menghidupkan aset daerah yang selama ini kurang produktif. Melalui kolaborasi antara Perusda dan sektor swasta, pemerintah menargetkan pengelolaan yang lebih efektif, transparan, dan berkelanjutan. Terutama mampu mendukung kegiatan olahraga, pariwisata, dan layanan publik lainnya.  (Adv/DPRD Kaltim)

Tinggalkan Balasan