19/04/2026

DPRD Kaltim Dukung Penerapan Stiker Bansos di Rumah Penerima

0
DPRD Kaltim Dukung Penerapan Stiker Bansos di Rumah Penerima

DPRD Kaltim Dukung Penerapan Stiker Bansos di Rumah Penerima. Sekretaris Komisi-IV DPRD Kaltim, Muhammad Darlis Pattalongi

Loading

Iklan Benner DPRD Kaltim 2025

AspirasiNews.id, Samarinda- Polemik penempelan stiker bertuliskan “Keluarga Miskin”, bagi penerima bantuan sosial (Bansos), belakangan tengah ramai diperbincangkan. Meski belum diterapkan di Samarinda, maupun di wilayah Kalimantan Timur (Kaltim), Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kaltim angkat bicara. Para legislator menilai, kebijakan itu bisa diterapkan, selama tujuannya untuk ketepatan data, dan tidak menyinggung penerima bantuan.

Tanggapan positif itu, kali ini datang dari Sekretaris Komisi-IV DPRD Kaltim, Muhammad Darlis Pattalongi. Menurutnya, tujuan utama penempelan stiker adalah baik. Agar bantuan sosial benar-benar diberikan kepada warga yang masuk dalam kategori DTSEN (Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional).

Bankkaltimtara BPD KUR 2024
Bankkaltimtara BPD KUR

“Membantu orang, tidak boleh dengan cara yang menghinakan. Pemerintah harus menjaga perasaan warga. Jangan sampai penerima merasa direndahkan,” jelas Darlis Pattalongi, Legislator dari PAN ini.

Pria yang akrab disapa Darlis ini juga menegaskan, kebijakan itu harus dijalankan. Namun, dengan mempertimbangkan aspek psikologis masyarakat, sebagai peneri bantuan.

Pihaknya juga mengingatkan, bahwa akurasi data masih menjadi persoalan utama. Terutama dalam penyaluran bantuan sosial. Karena itu, ia menilai butuh kerja sama intens. Antara pemerintah dan masyarakat, agar data penerima benar-benar diperbarui secara berkala.

“Banyak bantuan yang tidak tepat sasaran. Karena datanya sudah lama tidak di-update,” terang Darlis belum lama ini.

Jadi pihaknya menekankan pentingnya keseimbangan. Antara transparansi dan empati, dalam menjalankan distribusi bansos. Penempelan stiker bisa saja dilakukan, selama mekanismenya dijalankan dengan hati-hati. Terutama tidak menimbulkan stigma negatif di tengah masyarakat.

Darlis saat disinggung mengenai penolakan penempela striket “Keluarga Tidak Mampu” di rumah, itu wajar. Karena ada sebagian masyarakat merasa malu, jika rumahnya ditempeli stiker bertuliskan keluarga miskin. Meski demikian, ia mendukung upaya pemerintah dalam memastikan bantuan sosial tersebut, benar-benar sampai kepada mereka yang berhak.

“Kalau karena malu, mereka akhirnya mengundurkan diri dari, penerima bantuan. Justru ini bagus. Artinya mereka sudah bisa mandiri,” pungkas Darlia. (Adv/DPRD Kaltim)

Tinggalkan Balasan