18/04/2026

Pemilukada Langsung Perlu Evaluasi, Henry Pailan Soroti Tantangan Demokrasi di Daerah

0
Pemilukada Langsung Perlu Evaluasi, Henry Pailan Soroti Tantangan Demokrasi di Daerah

Pemilukada Langsung Perlu Evaluasi, Henry Pailan Soroti Tantangan Demokrasi di Daerah. Anggota Komisi-I DPRD Kaltim, Henry Pailan TP Kembali menggelar Sosialisasi Penguatan Demokrasi Daerah (PDD) ke-10 pada warga Bontang Rabu (22/10/2025).

Loading

Iklan Benner DPRD Kaltim 2025

AspirasiNews.id, Bontang- “Pemilukada Langsung, Masalah dan Tantangannya”, menjadi topik hangat utama, dalam sosialisasi Penguatan Demokrasi Daerah (PDD) ke-10, oleh Anggota DPRD Kalimantan Timur (Kaltim) Henry Pailan TP. Tema itu menjadi pembahasa utama, dalam agenda yang digelar Henry Pailan, atas kerja sama DPRD Kaltim bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim, pada Rabu (22/10/2025) ini.

PDD ke-10 Henry Pailan TP kali ini bertempat di Gedung Serbaguna, Gereja Toraja, Jemaat Kanaan, Kota Bontang. Tampak momen sosialisasi dan diskusi ini, dihadiri puluhan peserta dari warga setempat. Mereka cukup antusias dan khidmat, dalam mengikuti setiap sesi rangkaian jalannya kegiatan sosialisas PDD ke-10 tersebut. Kegiatan kali ini juga menghadirkan narasumber kawakan dibidangnya, yakni dr Etha Rimba Paembonan MBA, dan dipandu oleh Paniwita TR, sebagai moderator.

Bankkaltimtara kelola keuangan DG 2024
Bankkaltimtara kelola keuangan DG

“Pelaksanaan pemilihan kepala daerah (Pemilukada) secara langsung, merupakan bentuk nyata dari demokrasi. Yakni memberi ruang partisipasi luas bagi rakyat. Namun, tetapi menyimpan sejumlah persoalan yang perlu dievaluasi secara serius. Terutama menyangkut demokrasi di daerah,” jelas Henry Pailan TP, Anggota Komisi-I DPRD Kaltim ini, dalam sambutannya, di hadapan puluhan peserta yang hadir di PDD ke-10-nya.

Narasumber utama, dr Etha Rimba Paembonan mengungkapkan. Bahwa Pemilukada langsung memberikan kesempatan bagi rakyat. Yakni untuk menentukan pemimpinnya sendiri, sesuai dengan hati nurani.

“Pilkada langsung ini baik, sebagi bentuk wujud aplikasi dari demokrasi rakyat. Tetapi di sisi lain, juga menghadirkan tantangan serius. Seperti tingginya biaya politik, potensi konflik horizontal, serta praktik politik uang yang sulit dihindari,” beber Etha, dalam paparanya.

Etha juga menjelaskan, praktik demokrasi di tingkat lokal tidak, hanya membutuhkan mekanisme pemilihan yang jujur dan adil. Tetapi juga pendidikan politik yang berkelanjutan, bagi masyarakat. Menurutnya, penguatan kapasitas masyarakat, dalam memahami arti demokrasi substantif menjadi kunci. Terutama dalam keberhasilan pelaksanaan Pemilukada di masa depan.

“Demokrasi bukan sekadar datang ke TPS, dan mencoblos. Tetapi memahami konsekuensi dari pilihan politiknya. Pemilih harus sadar, bahwa suara mereka menentukan arah pembangunan daerah,” terang Etha.

Kemudian dari moderator, Paniwita TR menekankan. Pentingnya dialog publik seperti ini. Untuk membuka ruang diskusi yang sehat. Antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat.

“Kegiatan penguatan demokrasi daerah ini, menjadi wadah bagi kita semua. Untuk menilai kembali, apakah sistem yang kita jalankan sudah efektif, atau masih perlu disempurnakan,” tutur Paniwita.

Agenda sosialisas PDD ke-10 Henry Pailan di Bontang ini berlangsung interaktif dan edukatif. Terlebih saat memasuki sesi tanya jawab, antara peserta dan narasumber. Terlihat para peserta dari berbagai kalangan masyarakat, tampak antusias mengikuti serangkian sesi kegiatan hingga akhir.

Melalui sosialisasi ini, PDD memiliki harapan besar. Agar masyarakat semakin memahami, mengenai dinamika Pemilukada langsung. Juga bisa berpartisipasi aktif, dalam menjaga kualitas demokrasi di Kalimantan Timur. (Adv/DPRD Kaltim)

Tinggalkan Balasan