19/04/2026

DPRD Kaltim Soroti RS Balikpapan yang Terganjal Efisiensi Anggaran, Kesehatan Kebutuhan Mendesak

0
DPRD Kaltim Soroti RS Balikpapan yang Terganjal Efisiensi Anggaran, Kesehatan Kebutuhan Mendesak

DPRD Kaltim Soroti RS Balikpapan yang Terganjal Efisiensi Anggaran, Kesehatan Kebutuhan Mendesak. Sekretaris Komisi-II DPRD Kaltim, Nurhadi Saputra menegaskan, bahwa kebutuhan RS di Balikpapan Timur, merupakan hal mendesak, tapi terganjal efisiensi anggaran.

Loading

Iklan Benner DPRD Kaltim 2025

AspirasiNews.id, Samarinda- Upaya DPRD Kalimantan Timur (Kaltim), dalam mendorong segera dibangunnya kebutuhan fasilitas kesehatan memadai, di wilayah Kecamatan Balikpapan Timur (Baltim), mesti tertunda. Ketiadaan Rumah Sakit (RS) yang representatif, menjadi perhatian serius.

Anggota DPRD Kaltim, Nurhadi Saputra yang juga Anggota Dewan, Daerah Pemilihan (Dapil) Balikpapan ini, angkat bicara. Bahwa kebutuhan RS, merupakan hal kebutuhan dasar dan mendesak. Meski kini harus tertunda, karena adanya efisiensi anggaran.

Bankaltimtara Transaksi Lebih Dekat
Bankaltimtara Transaksi Lebih Dekat

“Ada 6 Kecamatan di Balikpapan. Hanya kawasan Timur, yang tidak mempunyai RS yang representatif, menurut saya,” jelas Nurhadi, sapaan akrabnya, pada Rabu (22/10/2025).

Mantan yang Anggota Komisi-III DPRD Kota Balikpapan, yang kini duduk di Provinsi ini. mengungkapkan, bahwa dirinya sangat mengetahui persis, terutama mengani kebutuhan infrastruktur dasar, yang mesti dibangun, untuk di dahulukan. Untuk itu, ditekankanya, RS di Balikpapan Timur adalah kebutuhan yang sangat mendesak. Sehingga pihaknya mengususlkan, mesti segera dibangun pemerintah. Mengingat peningkatan jumlah penduduk yang signifikan.

“Padahal jumlah penduduk sangat meningkat, dibandingkan 5 tahun lalu,” ujar Nurhadi.

Data menunjukkan, peningkatan jumlah penduduk dari sekitar 60.000 jiwa pada tahun 2014. Kini sudah menjadi 112.000 jiwa, pada tahun 2025. Kondisi ini membuat pelayanan kesehatan yang ada, hanya mengandalkan puskesmas, yang melayani keadaan darurat membuka 24 jam. Kondisi itu, dikatakanya dinilai tidak mencukupi.

“Tentunya ini kan tidak bisa maksimal, dalam pelayanan kesehatannya. Dan, jarak terdekat rumah sakit, dengan Kecamatan Balikpapan Timur itu menempuh perjalanan sekitar 40 menit. Itu paling hebat, jika sampai,” seru Nurhadi, Sekretaris Komisi-II DPRD Kaltim ini.

Nurhadi menerangkan, untuk usulan pembangunan rumah sakit di Balikpapan Timur, telah dilakukan. Yakni melalui berbagai forum oleh pihaknya. Baik Rapat Dengar Pendapat (RDP), Badan Anggaran (Banggar), dan pandangan fraksi. NAmun memang pihaknya harus lebih bersabar, karena masih terganjar efisisensi anggaran.

“Ini sudah saya suarakan. Apapun temanya. Memang yang saya minta itu, salah satunya menjadi agreement kepada walikota. Yakni untuk salah satu visinya itu adalah, pembangunan rumah sakit di Balikpapan Timur,” terang Nurhadi, Sekretaris Fraksi Demokrat-PPP, DPRD Kaltim ini.

Tetapi efisiensi anggaran, yang dilakukan pemerintah pusat. Berdampak pada alokasi dana, untuk pembangunan di daerah. Pengurangan dana sebesar Rp1,2 Triliun, terhadap Rp4 Triliun di APBD Balikpapan, berdampak pada sejumlah program prioritas yang harus dikorbankan. Anggaran untuk pembangunan rumah sakit di Balikpapan Timur sendiri awalnya direncanakan Rp274 miliar, dialokasikan Rp50 miliar pada tahun 2026.

“Padahal pembangunan rumah sakit di Balikpapan Timur, bisa berjalan lancar pada tahun 2024. Persiapan lahan, dan koordinasi dengan berbagai pihak, sudah dilakukan. Termasuk masyarakat dan Dinas Kesehatan. Tetapi apa daya, karena ada efisiensi anggaran,” ungkap Nurhadi. (Adv/DPRD Kaltim)

Tinggalkan Balasan