WFT Hecker Data untuk Memeras Sejak 2020 Pakai Nama Bjorka, Kini Diringkus Polisi
WFT Hecker Data untuk Memeras Sejak 2020 Pakai Nama Bjorka, Kini Diringkus Polisi
![]()
AspirasiNdews.id, Jakarta- Pemuda asal Minahasa, Sulawesi Utara (Sultra) yang berinisial WFT (22) di tangkap Pihak Kepolisian. Karena pria berperawakan kurus dengan rambut kribo itu, ditetapkan oleh Polisi merupakan satu-satunya orang yang menggunakan nama Bjorka di media sosial (Medasos) Twitter sejak 2020. Fakta tersebut diendus pihak Polisi dan diungkap dari penelusuran jejak digital yang dilakukan oleh WFT.
Diketahui, menurut pihak kepolisian, bahwa Bjorka ini merupakan hecker dan peretas data nasional yang dilindungi. Seperti data nasabah bank dan berbagai dinas atau instansi lainnya di Indonesia ini. Bahkan data tersebut dijual di dark web dengan harga cukup fantastis. Tidak hanya itu, akun Bjorka ini juga diterangkan oleh pihak kepolisian, bahwa data yang diperolehnya digunakan untuk memeras sebuah bank ternama di Indonesia.

“Dari bukti digital awal, yang kemarin saya sampaikan, dari akun X. Memang akun twitter itu dari 2020 yang dia punya. Jadi tahun 2020 enggak ada akun twitter lain yang bernama Bjorka, cuman punya dia,” jelas Wakil Direktur Reserse Siber Polda Metro Jaya, AKBP Fian Yunus, kepada wartawan, Sabtu (4/10/25).
Di sisi lain, FIan Yunus juga mengakui, bahwa memang harus lebih dipastikan kembali. Bahwa WFT adalah sosok Bjorka asli yang sempat bikin geger. Karena telah membocorkan data pejabat negara pada 2022–2023 lalu. Hal ini sempat membuat dunia maya menjadi lebih was-was akan informasi data diri di internet juga ikut bocor karena ulah dan kelakuan akun yang menggunakan wajah amukflase di medsos itu.
“Apakah dia itu? Ya kita masih perlu (pendalaman). Kan baru satu bukti nih, perlu dicek lagi dengan bukti lain,” kat Fian Yunus lagi.
Ditambahkannya, saat ini tim penyidik tengah membandingkan berbagai aktivitas WFT. Termasuk dengan unggahan datanya di dark web. Yakni informasi yang diperolehnya karena pernah meretas data kementerian. Bahkan akun Bjorka juga telah menyebarkan identitas pejabat publik secara fulgar.
“Apabila cocok, maka status WFT bisa dipastikan sebagai Bjorka yang selama ini buron,” tegas Fian Yunus.
Namun dari berbagai sumber, setelah beberpaa saat WFT ini diamankan oleh Korps Bhayangkara itu, akun Bjorka ternyata masih aktif. Bahkan sempat membuat cuitan terbaru. Hal ini justru tidak sedikit mendapat kritikan tajam dari berbagai kalangan masyarakat tanah air. Bahwa pihak kepolisian telah salah tangkap orang. Karena dinilai, jika orang atau admin akun dan handphone sudah di sita sebagai barang bukti (BB). Seharusnya akun Bjorka sudah tidak bisa lagi gentayangan di medsos, melakukan aktivitas terbaru. (***)
-Sumber-Tribrata Polri-
