Anggota DPRD Damayanti Minta Pemerintah Serius Tangani HIV/AIDS di Kaltim
Anggota DPRD Damayanti Minta Pemerintah Serius Tangani HIV/AIDS di Kaltim. Anggota Komisi-IV DPRD Kaltim, Damayanti
![]()

AspirasiNews.id, Samarinda- Ancaman penyebaran HIV/AIDS di Kalimantan Timur (Kaltim), kembali mendapat sorotan. Kali ini dari Anggota Komisi-IV DPRD Kaltim, Damayanti. Ia menekankan pentingnya edukasi sejak dini, termasuk bagi para pelajar. Tujuannya untuk menekan penyebaran virus, yang hingga kini masih menjadi momok di sejumlah kota besar. Seperti Samarinda dan Balikpapan.
Damayanti mengatakan, bahwa HIV/AIDS adalah penyakit menular, yang tidak bisa diabaikan begitu saja. Apalagi jika sudah masuk ke dalam wilayah yang tergolong “zona merah”.

“HIV/AIDS ini kan sebuah penyakit yang sifatnya menular. Artinya, perlu edukasi terhadap masyarakat tentang hal-hal penting yang harus diwaspadai,” ujar Damayanti, saat ditemui di Ruang Fraksi PKB di Gedung D DPRD Kaltim, Senin (22/9/2025).
Menurut dia, ada banyak faktor yang harus disampaikan secara terbuka kepada publik. Termasuk penyebab umum penularan, seperti penggunaan jarum suntik tidak steril. Kemudian hubungan seksual di luar nikah tanpa perlindungan.
Dua hal itu, menurutnya, sering kali tidak dibicarakan secara terbuka karena dianggap tabu.
“Makanya perlu sekali edukasi. Jangan sampai masyarakat menilai ini hal yang memalukan untuk dibicarakan. Justru kita harus paham dan peduli,” katanya.
Lebih lanjut, Damayanti menekankan agar masyarakat tidak memberikan stigma terhadap para penyintas HIV/AIDS.
Menurutnya, sikap minder atau malu yang kerap muncul di kalangan penyintas justru memperburuk situasi, karena membuat mereka enggan memeriksakan diri atau mencari pertolongan medis.
“Bagi para penyandang HIV/AIDS, jangan minder. Yang penting itu tahu bagaimana menjaga diri dan tidak menularkan ke orang lain,” ujar politisi perempuan itu.
Namun ia juga menegaskan, pencegahan tetap harus menjadi fokus utama, terutama di kota-kota yang dinilai berisiko tinggi seperti Balikpapan.
Ia mendorong pemerintah daerah untuk menggencarkan program penyuluhan dan edukasi yang menyasar langsung komunitas dan kalangan pelajar.
“Balikpapan ini harus menjadi perhatian. Pencegahannya harus lebih ditingkatkan lagi. Sosialisasi tentang bahaya HIV harus dilakukan secara rutin, apalagi sejak anak-anak masih duduk di bangku sekolah,” ujarnya.
Saat ditanya mengenai pentingnya memasukkan pendidikan HIV/AIDS ke dalam kurikulum sekolah, Damayanti menyatakan dukungannya penuh.
Menurutnya, anak-anak dan remaja adalah kelompok yang sangat rentan karena minimnya akses terhadap informasi yang benar tentang kesehatan seksual.
“Sebenarnya ini penting sekali. Anak-anak butuh edukasi sejak dini. Makanya saya dorong ada penambahan materi dalam kurikulum pendidikan, khususnya yang berkaitan dengan kesehatan reproduksi dan pencegahan HIV/AIDS,” katanya. (Adv/DPRD Kaltim)
Ia menilai selama ini pendidikan formal masih terlalu berhati-hati dalam membahas isu-isu yang berkaitan dengan seksualitas dan kesehatan remaja. Padahal, menurutnya, keterbukaan informasi justru bisa menyelamatkan mereka dari perilaku berisiko.
“Kita tidak bisa lagi menutup-nutupi hal ini. Edukasi itu justru menyelamatkan generasi muda,” pungkasnya. (Adv)
