DPRD Kaltim Sosper Pendidikan Pancasila dan Wawasan Kebangsaan di Balikpapan
DPRD Kaltim Sosper Pendidikan Pancasila dan Wawasan Kebangsaan di Balikpapan. Ketua Komisi-II DPRD Kaltim, Sabaruddin Panrecalle ajak generasi muda agar tidak tercerabut dari akar budaya bangsa, dan tetap memiliki semangat kebersamaan dalam membangun daerah.
![]()

AspirasiNews.id, Balikpapan- DPRD Kalimantan Timur (Kaltim) bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim, kembali menggelar Sosialisasi Peraturan Daerah (Sosper) ke-9, pada Sabtu (13/9/2025). Kali ini dihelat di Jalan Indrakila Nomor 60, RT-05, Kelurahan Gunung Samarinda Baru, Kecamatan Balikpapan Utara.
Sosialisasi ini membahas Peraturan Daerah (Perda) Nomor 9 Tahun 2023. Tentang Penyelenggaraan Pendidikan Pancasila dan Wawasan Kebangsaan. Anggota DPRD Kaltim, Sabaruddin Panrecalle, selaku penggagas kegiatan PDD ini menyampaikan. Pentingnya penguatan nilai Pancasila dan wawasan kebangsaan (Wasbang) di tengah tantangan global, modern saat ini.

“Perda ini hadir, sebagai upaya kita, menanamkan nilai-nilai Pancasila sejak dini. Wawasan kebangsaan perlu terus digelorakan, agar generasi muda kita tidak tercerabut dari akar budaya bangsa. Sehingga mereka tetap memiliki semangat kebersamaan, dalam membangun daerah,” jelas Sabaruddin Panrecalle, Ketua Komisi-II DPRD Kaltim ini, dalam sambutannya, di hadapan puluhan peserta yang hadir di PDD tersebut.
Agenda kedewanan rutin ke-9 kali ini, menghadirkan dua narasumber kompeten di bidangnya. Pemateri pertama adalah, Muhammad Bayu Septian SH, perwakilan dari Kesbangpol Balikpapan. Dia menekankan, pentingnya sinergi, dalam implementasi Perda itu.
“Sosialisasi tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial saja. Pemerintah, sekolah, organisasi kepemudaan, dan masyarakat harus bersama-sama. Yakni menanamkan nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Dengan begitu, Perda ini benar-benar hidup dan dirasakan manfaatnya,” terang Bayu.
Narasumber kedua adalah, Suriansyah dari Politisi Partai Gerindra. Dia memaparkan materi, tentang manfaat dari pengamalan nilai Pancasila dan Wasbang tersebut. DIkatakanya, bahwa Perda ini juga menjadi instrumen, untuk memperkokoh persatuan. Terutama di tengah keberagaman masyarakat Kaltim.
“Kaltim adalah miniatur Indonesia. Kita terdiri dari beragam suku, agama, dan budaya. Perda tentang pendidikan Pancasila dan wawasan kebangsaan ini, menjadi benteng. Sekaligus perekat, yang menjaga kita tetap satu, dalam bingkai NKRI,” ungkap Suriansyah.
Penguatan demokrasi dan diskusi ini di moderatori oleh Pujangga Assari. Dia memandi berlangsungnya acara, dengan penuh interaktif. Kemudian dirangkai sesi tanya jawab, oleh peserta kepada para pemateri.
Tampak puluhan para peserta yang hadir, terdiri dari tokoh masyarakat, pemuda, dan warga setempat. Mereka menyambut baik kegiatan tersebut, dan berharap. Agar Perda tersebut segera diimplementasikan secara nyata, di berbagai lini kehidupan. (Adv/DPRD Kaltim)
