Realisasi Anggaran Kaltim Dibedah, Komisi-III DPRD Gelar RDP Maraton
Realisasi Anggaran Kaltim Dibedah, Komisi-III DPRD Gelar RDP Maraton. Komisi-llI DPRD Kaltim ketika menggelar RDP dan hearing bersama mitra kerja, Senin (25/8/2025)
![]()

AspirasiNews.id, Samarinda- Komisi-III DPRD Kalimantan Timur (Kaltim) kembali menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP), bersama dua mitra kerja strategis. Kali ini dengan Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat (PUPR-PERA), serta Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Kalimantan Timur. Rapat berlangsung di Ruang Rapat Gedung-E Kantor DPRD Kaltim, pada Senin (25/8/2025).
Agenda utama rapat, adalah membahas capaian realisasi anggaran Tahun 2025. Juga mengenai efektivitas rencana kerja, dan anggaran tahun 2026. Hal ini dilakukan dalam menjelang pembahasan Kebijakan Umum Anggaran (KUA), dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS). Rapat dipimpin Ketua Komisi-III DPRD Kaltim, Abdulloh didampingi Wakil Ketua Komisi-III Akhmed Reza Fachlevi, serta anggota Komisi-III lainnya. Diantanaya Jahidin, Baharuddin Muin, Apansyah, Sugiyono, Arfan, Muhammad Samsun, dan Syarifatul Sya’diah.

“Kami berharap, tidak ada lagi perubahan signifikan. Sehingga pembahasan APBD 2025, dan 2026 dapat segera diselesaikan. Hari ini Komisi-III menjalankan rapat secara maraton, bersama mitra kerja,” jelas Abdulloh.
Kepala Dinas PUPR-PERA Kaltim, Aji Muhammad Fitra Firnanda memaparkan. Bahwa pagu anggaran tahun 2025 mencapai Rp3,2 triliun. Sementara untuk tahun 2026, telah disesuaikan menjadi Rp2,9 triliun.
“Per 25 Agustus 2025, realisasi fisik telah mencapai 32 persen. Sedangkan realisasi keuangan sebesar 26 persen. Bidang bina marga menjadi penyerap anggaran terbesar, sekitar Rp1 triliun, dan seluruh program masih dalam tahap progres,” kata Fitra Firnanda.
Penyesuaian anggaran tahun 2026, menurut Fitra Firnanda salah satunya, dipengaruhi oleh pemotongan Dana Bagi Hasil (DBH). Yang kini hanya 75 persen dari sebelumnya. Sekretaris Dinas ESDM Kaltim, Hadi Suwito, menyampaikan. Bahwa pagu anggaran tahun 2025 sebesar Rp165 miliar, dengan realisasi anggaran hingga saat ini mencapai Rp40 miliar.
“Ada lima program yang dilaksanakan. Yaitu program pengelolaan aspek kegeologian, dengan realisasi 54,94 persen, atau Rp553 juta. Kemudian program pengelolaan Minerba dengan realisasi 60,78 persen atau Rp672 juta. Program pengelolaan EBT, dan konservasi tinggi yaitu 8,94 persen atau Rp6 miliar. Selanjutnya program pengelolaan ketenagalistrikan yaitu 25,64 persen, atau Rp15 miliar. Program penunjang urusan pemerintahan daerah yaitu 56,55 persen atau Rp16 miliar,” beber Fitra. (Adv/DPRD Kaltim)
