Disdikbud Kukar Pendampingan Daring, Bagi Penerima Beasiswa 1.000 Guru Sarjana
Disdikbud Kukar Pendampingan Daring, Bagi Penerima Beasiswa 1.000 Guru Sarjana
![]()

AspirasiNews.id, Kukar- Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), terus memperkuat pelaksanaan Program Beasiswa Kukar Idaman. Langkah nyata itu, akan di buktikan pada Sabtu (23/8/2025) mendatang. Dimana instansi ini, akan menggelar pendampingan secara daring (dalam jaringan) atau online. Khususnya untuk mendukung Program Beasiswa 1.000 Guru Sarjana di Kukar.
Informasi ini, dikemukakan oleh Plt Sekretaris Disdikbud Kukar, Pujianto. Dia mengatakan, pendampingan wajib dilakukan. Agar para guru penerima beasiswa, mulai dari PAUD, TK, SD, hingga SMP, dapat memahami prosedur teknis secara lebih jelas.

“Lewat pendampingan online, penerima bisa berkomunikasi langsung dengan tim pelaksana. Jadi kalau ada kendala administrasi atau teknis, bisa segera dibahas,” jelas Pujianto, pada Rabu (20/8/2025).
Dia menjelaskan, Program Beasiswa Kukar Idaman memiliki dua kategori utama. Yakni untuk tenaga pendidik, dan peserta didik. Khusus peserta didik, skema yang ditawarkan meliputi. Beasiswa prasejahtera, prestasi, hingga untuk anak yatim piatu.
Menurut Pujianto, pendampingan penting dilakukan. Agar peserta lebih memahami mekanisme program. Termasuk jenis dukungan yang diperoleh. Banyak guru penerima manfaat, disebut masih membutuhkan arahan. Utamanya terkait laporan akademik, dan pemanfaatan fasilitas beasiswa.
“Dengan pendampingan, para peserta bisa lebih paham mekanismenya. Termasuk jenis dukungan yang mereka dapatkan,” urai Pujianto, mewakili Kepala Disdikbud Kukar, Thauhid Afrilian Noor.

Program Beasiswa 1000 Guru Sarjana, menjadi salah satu langkah strategis Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar. Khususnya untuk meningkatkan kualitas pendidikan di wilayahnya.
Pemerintah menilai, peningkatan kapasitas guru akan memberi dampak langsung. Utamnya, terhadap mutu pembelajaran di sekolah. Pujianto menegaskan, bahwa beasiswa ini bukan hanya sebatas bantuan biaya. Tetapi juga bentuk penghargaan kepada para guru, terutama yang berkomitmen meningkatkan kompetensi.
“Kami optimistis, dengan pendampingan yang terstruktur. Para guru bisa lebih fokus menyelesaikan studinya. Pada akhirnya, tujuan peningkatan mutu pendidikan di Kukar bisa tercapai,” pesan Pujianto. (Adv/Disdikbud Kukar)
