Dispora Buka Kejuaraan Judo Pelajar se-Kaltim 2025, Dimeriahkan 214 Atlet di 39 Kelas Tanding
Dispora Buka Kejuaraan Judo Pelajar se-Kaltim 2025, Dimeriahkan 214 Atlet di 39 Kelas Tanding
![]()

AspirasiNews.id, Samarinda- Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kalimantan Timur (Kaltim), pada Sabtu (9/8/2025) hari ini, secara resmi membuka Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Judo Pelajar Kaltim 2025. Pertandingan olahraga seni bela diri dari filosofi asal Jepang yang diciptakan oleh Jigoro Kano pada 1882 tahun ini, dihelat di Gedung Anggar, Polder Air Hitam Samarinda. Sedikitnya ada 214 atlet seni bela diri se-Benua Etam ambil bagian di 13 kelas yang ditandingkan oleh panitia pelaksana (Panpel).
Kompetisi pertandingan olahraga bela diri tingkat pelajar se-Kaltim yang dijadwalkan selama 3 hari, hingga Senin (11/8/2025) ini, diikuti oleh 8 daerah dari 10 kabupaten kota. Diantaranya Samarinda, Balikpapan, Kutai Kartanegara (Kukar), Bontang, Kutai Timur (Kutim), Penajam Paser Utara (PPU), Paser, dan Berau. Absen 2 daerah yang tidak mengirimkan perwakilan atletnya di tahun ini adalah, Kutai Barat (Kubar) dan Mahakam Ulu (Mahulu).

“Kami dari Dispora Kaltim tahun ini kembali mengadakan Kejurprov Judo Pelajar Kaltim 2025. Pesertanya tingkt SD usia dini dan SMP serta SMA kategori remaja. Sedikitnya ada terdaftar 214 atlet Judo yang siap bertanding menyukseskan acara tahunan ini,” jelas Kepala Dispora Kaltim, HM Agus Hari Kesuma (AHK) melalui Kepala Bidang (Kabid) Pembudayaan Olahraga Dispora Kaltim, AA Bagus Surya Saputra Sugiarta usai membuka acara dengan memukul Gog 3 kali di panggung.
Pria yang akrab disapa Bagus Sugiarta ini menambahkan, agenda rutin Dispora kali ini menandingkan 39 kelas. Diikuti oleh para atlet dari murid SD, pelajar SMP dan siswa SMA. Terlihat berbagai daerah se-Kaltim cukup antusias tinggi dalam perhelatan pencarian bibit muda cabang olahraga (Cabor) bela diri Judo asal ‘Negeri Matahari Terbit’ tersebut. Terbukti tercatat ada 214 atlet usia dini berpartisipasi dari 8 daerah.
“Sebelumnya kami mengundang 10 daerah se-Kaltim, namun hingga tadi malam kami masih menunggu konfirmasi. Bahkan sampai pukul 12 belum ada kabar. Sehingga kegiatan tetap kami lanjutkan dengan 8 daerah saja dari 10 kota kabupaten se-Kaltim. Kami berharap semua daerah se-Kaltim berpartisipasi,” jelas Bagus Sugiarta.
Bagus menambahkan, dengan ketidakhadiran Kutai Barat (Kubar) dan Mahakam Ulu (Mahulu) ini menjadi catatan penting bagi tim penyelenggara atau Panpel. Padahal pihaknya berharap, ke depan agar seluruh kabupaten/kota di Kaltim yang berjumlah 10 daerah bisa aktif mengirimkan wakilnya. Sehingga kemampuan atlet setiap daerah bisa langsung dimonitor dan dicatat untuk bahan referensi lanjutan.
“Meskipun di kompetisi kali ini mereka dari Kubar dan Mahulu belum bisa hadir, setidaknya pada kegiatan atau kejuaraan lainnya mereka bisa ikut berpartisipasi. Kami ingin melihat langsung potensi para atlet di dua kabupaten tersebut,” kata Bagus lagi.
Dikatakan Bagus, kompetisi tersebut tidak hanya dipandang sebagai perebutan medali dan juara saja. Namun lebih menekankan pada sarana pembinaan atlet usia dini dalam jangka panjang. Seperti untuk mengasah kemampuan bertandingnya, mental di saat berkompetisi, juga untuk memperkuat fisik peserta. Terlebih bisa menambah pengalaman dan ilmu baru dalam pertandingan bagi para judoka muda ke depannya
“Kejuaraan tingkat pelajar ini adalah sebagai langkah strategis Dispora Kaltim. Terutama dalam membina atlet usia dini dan muda, Cabor bela diri Judo di Kaltim. Kemudian juga untuk mengukur bakat dan kemampuan setiap daerah, hingga setiap individu atlet yang ujuk kebolehannya,” ujar Bagus.

Bagus juga merincikan, kejuaraan ini juga bertujuan untuk menyaring dan menyeleksi atlet usia dini untuk dilakukan pembinaan jangka panjang. Jadi kompetisi seperti ini diyakininya akan bisa memunculkan talenta muda, dan bibit atlet baru untuk regenerasi. Terlebih ancaman krisi atlet, di dunia keolahragaan Kaltim di masa depan yang bisa saja terjadi, bisa segera diatasi sejak sekarang.
“Kami tekankan bahwa pembinaan atlet secara merata adalah kunci utamanya. Agar prestasi olahraga tidak hanya terpusat di daerah tertentu. Sehingga upaya ini sebagai salah satu langkah, untuk melihat sejauh mana pemerataan pembinaan atlet di daerah,” urai Bagus.
Bagus juga menekankan, bahwa Dispora Kaltim mempercayakan Kota Samarinda menjadi tuan rumah kejuaraan tersebut. Sehingga diimbaunya agar para atlet pelajar sebagai tuan rumah, bisa menunjukkan kemampuannya. Kemudian pihaknya juga berpesan, bagi semua atlet Judo Kaltim Pelajar ini bisa memiliki pengalaman bertanding yang cukup untuk kompetisi selanjutnya.
“Kami ingin atlet kami mempunyai pengalaman bertanding yang cukup mumpuni dengan kejuaraan ini. Sehingga saat Kejurnas (Kejuaraan Nasional) nanti, mereka benar-benar siap. Dari segi mental maupun fisik dan pengalamannya,” harap Bagus.
Dibeberkan Bagus, bahwa kompetisi rutin seperti ini sangat penting digelar. Tujuannya tidak lain adalah untuk memacu perkembangan para atlet, yang tidak bisa diperoleh hanya melalui latihan di dojo saja. Karena dengan bertanding melawan peserta dari daerah lain bisa memunculkan strategi baru, dalam membaca situasi pertandingan di atas matras.
“Kejuaraan ini juga memiliki misi lebih besar yang digagas Dispora Kaltim. Yakni sebagai ajang mempersiapkan atlet-atlet muda dalam menghadapi Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Piala Kapolri 2026 mendatang,” pungkas Bagus. (Adv/Adm1)
8 Daerah Partisipasi Kejurprov Judo Pelajar Kaltim 2025
1-Samarinda
2-Balikpapan
3-Kutai Kartanegara (Kukar)
4-Bontang
5-Kutai Timur (Kutim)
6-Penajam Paser Utara (PPU)
7-Paser
8-Berau
Kutai Barat (Kubar) dan Mahakam Ulu (Mahulu) Absen di 2025
