10/06/2026

DPRD Kaltim Minta Konservasi Kawasan Hutan di Hulu, Sebagai Upaya Atasi Pendangkalan Sungai Mahakam

0
DPRD Kaltim Minta Konservasi Kawasan Hutan di Hulu, Sebagai Upaya Atasi Pendangkalan Sungai Mahakam

DPRD Kaltim Minta Konservasi Kawasan Hutan di Hulu, Sebagai Upaya Atasi Pendangkalan Sungai Mahakam. Anggota Komisi-III DPRD Kaltim, Sugiyono

Loading

Iklan Benner DPRD Kaltim 2025

AspirasiNews.id, Samarinda- Tingginya intesitas hujan yang terjadi beberapa hari belakang ini, membuat banjir di sejumlah wilayah di Kota Samarinda. Ketidakmampuan Sungai Mahakam menampung aliran air dari kota, disinyalir karena daerah hulu banyak yang melakukan aktivitas pengerukan lahan. Sehingga membuat banyak tanah yang ikut ke sungai, jika hujan turun.

“Masalah utama bukan di Sungai-nya, tapi di hulu yang kehilangan kemampuan menyerap air. Kita terus keruk, tapi air dan lumpur akan tetap datang, kalau ekosistem di atas rusak,” jelas Sugiyono, Anggota Komisi-III DPRD Kaltim, belum lama ini.

Bankaltimtara Transaksi Lebih Dekat
Bankaltimtara Transaksi Lebih Dekat

Dirinya prihatin, atas kondisi hutan di hulu Mahakam. Termasuk di kawasan Heart of Borneo sudah mengalami degradasi serius. Mulai dari penebangan liar, dan alih fungsi lahan. Hal ini membuat hutan kehilangan fungsinya, sebagai penyerap air, dan penahan sedimen.

Sugiyono mencontohkan, Teluk Kahabayi di depan Masjid Islamic Center Samarinda. Kini mulai memperlihatkan pendangkalan. Meski pemerintah terus melakukan pengerukan sungai, tanpa dibarengi dengan reboisasi, maka pendangkalan akan terus terjadi.

“Kalau bukit-bukit di hulu terus gundul, air akan turun bersama tanah, dan sungai makin dangkal. Hanya reboisasi yang bisa memperbaiki ini secara berkelanjutan,” terang, Sugiyono baru-baru ini.

Dirinya mengatakan, sistem kerusakan di hulu harus ditandai, sebagai salah satu penyebab banjir. Oleh karena itu, Sugiyono mendorong, agar Pemprov Kaltim menghadirkan regulasi yang lebih serius. Terutama dalam melakukan penanganan lingkungan.

Lemahnya implementasi regulasi, perlindungan hutan selama ini. Diyakini pihaknya membuat banyak perusahaan yang abai. jika reboisasi dijalankan secara masif, bukan hanya risiko banjir yang bisa dikurangi. Tapi juga biaya pemerintah yang dikeluarkan setiap tahun, untuk penanganan bencana juga bisa diminimalisasi.

“Investasi di hutan jauh lebih murah, dan berdampak jangka panjang. Daripada mengulang pengerukan setiap tahun,” beber Sugiyono, Legislator dari PDI-Perjuangan ini.

Sugiyono juga mengajak masyarakat, untuk ikut terlibat. Terutama dalam melakukan konservasi hutan. Bukan hanya menjadi tugas pemerintah sendiri.

“Banjir ini bukan sekadar soal curah hujan, tapi tentang kerusakan alam yang kita lakukan sendiri. Saatnya kita berubah, dan memperbaiki dari akarnya, yakni dari hulu,” pesan Sugiyono. (Adv/DPRD Kaltim)

Tinggalkan Balasan