12/02/2026

Diklat Penanganan Stunting, Disdikbud Kukar Libatkan Guru PAUD

0
Diklat Penanganan Stunting, Disdikbud Kukar Libatkan Guru PAUD

Diklat Penanganan Stunting, Disdikbud Kukar Libatkan Guru PAUD. Tampak puluhan guru PAUD di Kukar dilatih dalam penanganan stunting, karena mereka berada di posisi yang sangat dekat dengan para orang tua

Loading

Disdikbud Kukar Benner Iklan

AspirasiNews.id, Kukar- Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), kembali menyelenggarakan Diklat Berjenjang Guru PAUD. Kali ini, terkait penanganan stunting di wilayah Kukar. Kegiatan ini berlangsung selama lima hari, mulai 21 hingga 25 Juli 2025, bertempat di Hotel Bumi Senyiur, Samarinda.

Kepala Disdikbud Kukar, Thauhid Afrilian Noor, mengatakan. Pelatihan tersebut, merupakan bagian dari kontribusi sektor pendidikan. Terutama dalam upaya percepatan penanganan stunting, yang menjadi perhatian nasional.

Bankaltimtara HUT ke-60
Bankaltimtara HUT ke-60

Thauhid menegaskan, pendidikan memiliki peran strategis. Terutama dalam memberikan edukasi kepada masyarakat, mengenai pentingnya pencegahan stunting sejak dini.

“Kami dari Dinas Pendidikan dilibatkan, dalam program ini. Dan, akan mendapatkan pelatihan, bersama pihak kesehatan dan sumber daya lainnya,” jelas Thauhid.

Thauhid menambahkan, fokusnya adalah. Bagaimana guru-guru PAUD dapat berperan. Utamanya dalam proses edukasi kepada masyarakat, terkait stunting.

“Bahwa stunting adalah persoalan kompleks. Jadi harus ditangani sedini mungkin, terutama dalam 1.000 hari pertama kehidupan anak,” kata Thauhid.

Periode ini, dimulai sejak masa kehamilan, hingga anak berusia dua tahun. Menurutnya, guru PAUD bisa berperan besar. Khususnya dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat. Karena mereka berada di dekat orang tua, dan anak.

“Masa ini sangat krusial, karena perkembangan tubuh anak, sangat ditentukan di periode tersebut. Maka, edukasi kepada masyarakat menjadi kunci. Dan, guru PAUD berada di posisi yang sangat dekat, dengan para orang tua,” terang Thauhid.

Dibeberkan Thauhid, bahwa dalam pelatihan tersebut, tidak hanya berfokus pada aspek edukasi. Tetapi juga melibatkan praktik langsung, dari sisi kesehatan.

Para peserta dibekali keterampilan, mengenali kondisi lingkungan yang berisiko terhadap stunting. Juga ilmu cara membuat makanan olahan sehat, dan bergizi. Khsusunya bagi ibu hamil, dan anak-anak di lingkungannya.

Kepala Disdikbud Kukar, Thauhid Afrilian Noor

Thauhid menyebut, sektor pendidikan berperan dalam memberikan pemahaman. Sementara sektor kesehatan, menekankan keterampilan teknis.

“Kami dari sisi pendidikan, akan fokus pada edukasi. Seperti memberi pemahaman kepada masyarakat, tentang apa itu stunting. Sementara dari sisi kesehatan, mereka akan membekali peserta dengan keterampilan teknis,” beber Thauhid.

Thauhid mengungkapkan, pelibatan guru PAUD dilakukan. Karena mereka merupakan ujung tombak, yang berinteraksi langsung dengan anak-anak, dan para orang tua.

Thauhid menyebut, guru PAUD efektif menyampaikan pesan kesehatan. Karena setiap hari berhadapan dengan masyarakat.

“Anak-anak biasanya masuk PAUD, mulai usia dua atau tiga tahun. Guru PAUD lebih efektif menyampaikan pesan-pesan kesehatan. Karena, mereka berinteraksi langsung setiap hari,” sebut Thauhid.

Thauhid juga mengimbau, untuk seluruh peserta diklat dari Kukar tersebut. Agar mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh. Dia menekankan, setelah pelatihan, para guru akan menjadi agen edukasi stunting, di tengah masyarakat.

“Proses edukasi ini tidak mudah. Peserta harus memahami apa itu stunting, cara pencegahan, dampaknya, hingga bagaimana menyampaikan informasi secara efektif. Ini penting, agar pesan yang disampaikan dapat diterima, dan memberikan dampak nyata,” ungkap Thauhid. (Adv/Disdik Kukar)

Tinggalkan Balasan