Selamat Ari Wibowo Tanamkan Ketahanan Keluarga, pada Warga Pulau Mas Kukar
Selamat Ari Wibowo Tanamkan Ketahanan Keluarga, pada Warga Pulau Mas Kukar. Ketua Komisi-I DPRD Kaltim, Selamat Ari Wibowo
![]()

AspirasiNews.id, Tenggarong– Pembangunan negara, harus dimulai dari rumah. Penekanan ini dikemukakan oleh Anggota DPRD Kalimantan Timur (Kaltim), Selamat Ari Wibowo. Terutama saat menggelar Sosialisasi Perda (Sosperda) Nomor 2 Tahun 2022. Tentang Ketahanan Keluarga di Dusun Pulau Mas, Desa Bhuana Jaya, Kecamatan Tenggarong Seberang, Kabuoaten Kutai Kartanegera (Kukar), beberapa waktu yang lalu.
Anggota Dewan dari Daerah Pemilihan (Dapil) Kukar ini menyoroti. Fokus pembangunan yang selama ini didominasi aspek fisik, dan ekonomi. Padahal kekuatan utama bangsa, terletak pada unit terkecil. Yaitu keluarga, di daerah.

Selamat Ari Wibowo menegaskan. Bahwa keluarga bukan sekadar urusan privat, melainkan fondasi kemajuan. Jadi pembangunan, dengan menanamkan nilai-nilai kemandirian, dan ketahanan. Harus sejak dini dilakukan dalam rumah tangga, oleh keluarga.
“Selama ini, kita terlalu fokus pada pembangunan fisik, dan ekonomi. Padahal negara akan menjadi kuat, jika keluarganya kuat. Ketahanan keluarga, adalah syarat mutlak. Untuk membentuk masyarakat yang sehat, dan berdaya,” jelas Slamat Ari Wibowo, Ketua Komisi-I DPRD Kaltim ini.
Pria yang akrab disapa Ari Wibowo ini, juga menyoroti. Pentingnya edukasi reproduksi. dan hukum pernikahan sejak dini. Khususnya mengenai usia minimal.
“Masyarakat harus memahami, aturan tentang usia minimal pernikahan, dan proses legalitasnya. Ini penting, untuk mencegah munculnya persoalan sosial. Termasuk stunting pada anak,” terang Ari Wibowo, Legislator dari PKB ini.
Tampak dalam diskusi Perda (Peraturan Daerah) itu, berjalan penuh dengan interaktif oleh warga. Hal itu menunjukkan, tingginya minat warga terhadap isu ini. Ari Wibowo juga mengingatkan, bahwa implementasi Perda tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Jadi harus melibatkan semua kalangan, termasuk masyarakat di daerah.
“Kesadaran kolektif kita sangat penting. Agar ketahanan keluarga tidak hanya jadi slogan. Tapi menjadi budaya hidup,” tegas Penasehat Fraksi PKB DPRD Kaltim itu.
Warga juga berharap, Perda ini diterjemahkan menjadi program nyata. Seperti pelatihan remaja, dan pendampingan keluarga bermasalah. Ari Wibowo juga berkomitmen, akan melanjutkan sosialisasi dan advokasi kebijakan tersebut ke berbagai daerah di Dapilnya. (Adv/DPRD Kaltim)
