12/02/2026

Disdikbud Kukar Wajibkan Program 15 Menit Membaca, Guna Penguatan Literasi SMP

0
Disdikbud Kukar Wajibkan Program 15 Menit Membaca, Guna Penguatan Literasi SMP

Disdikbud Kukar Wajibkan Program 15 Menit Membaca, Guna Penguatan Literasi SMP.Tampak para pelajar SMD di Kukar membaca buku di Perpustakaan Kukar

Loading

Disdikbud Kukar Benner Iklan

AspirasiNews.id, Kukar- Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), terus memperkuat budaya literasi di tingkat SMP (Sekolah Menengah Pertama). Salah satu langkah konkret Disdikbud Kukar itu, yakni kini tengah diterapkan di sekolah seluruh wilayahnya. Yakni program 15 menit membaca, yang wajib diikuti siswa dan guru.

“Kami tengah melaksanakan pendampingan, dan pembinaan itu, sejak tahun 2022. Saat munculnya Kurikulum Merdeka. Waktu itu, kami juga memberikan materi tentang penguatan literasi dan numerasi,” jelas Plt Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan SMP Disdikbud Kukar, Emy Rosana Saleh, pada Kamis (3/7/2025).

Bankkaltimtara kelola keuangan DG 2024
Bankkaltimtara kelola keuangan DG

Wanita yang akrab disapa Emy ini, menambahkan. Bahwa aksi yang dilakukan itu, sebagai bentuk dukungan terhadap program tersebut. Terlebih, kini Disdikbud Kukar telah mendistribusikan sebanyak 1.200 eksemplar buku. Mengenai ilmu literasi, dan numerasi ke sekolah-sekolah pada tahun 2024 lalu.

Menurut Emy, program 15 menit membaca, dilakukan di luar jam pelajaran. Hal ini menjadi bagian dari rutinitas harian siswa. Kegiatan ini, kerap dirangkai dengan program Gerakan Etam Mengaji Al-Quran (GEMA) di pagi hari. Lalu dilanjutkan dengan aktivitas membaca buku, selama 15 menit.

“Lima belas menit membaca itu, dilaksanakan di luar pembelajaran. Biasanya mereka GEMA, kemudian dirangkai dengan literasi. Sudah masuk dalam program pendiidkan di Kukar,” terang Emy Rosana Saleh, mewakili Kepala Disdikbud Kukar, Thauhid Afrilian Noor.

Disdikbud Kukar Wajibkan Program 15 Menit Membaca, Guna Penguatan Literasi SMP
Plt Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan SMP Disdikbud Kukar, Emy Rosana Saleh

Emy menerangkan, guna memantau keterlibatan siswa. Setiap sekolah juga menerapkan jurnal literasi. Melalui jurnal ini, siswa mencatat jumlah buku yang dibaca. Kemudian menuliskan inti dari bacaan tersebut, sebagai bagian dari proses penguatan karakter.

“Jadi, untuk penggunaan jurnal literasi itu sendiri. Adalah untuk mengukur seberapa banyak keterbacaan buku, oleh si anak. Kemudian, mereka juga akan menuliskan inti dari hal-hal yang mereka baca itu. Tujuannya untuk penguatan karakter mereka,” ungkap Emy. (Adv/Disdikbud Kukar)

Tinggalkan Balasan