17/05/2026

Dispora Ajak Pemuda Kaltim Cakap Digital dengan Ideologi Pancasila

0
Dispora Ajak Pemuda Kaltim Cakap Digital dengan Ideologi Pancasila

Dispora Ajak Pemuda Kaltim Cakap Digital dengan Ideologi Pancasila. Mengangkat tiga tema utama. Pertama Peningkatan Kapasitas Pemuda dengan penguatan ideologi Pancasila. Kedua Moderasi Beragama, dan ketiga Pengingkatan Kreativitas Pemuda dengan strategi konten digital.

Loading

Iklan Benner Dispora Kaltim 2025

AspirasiNews.id, Balikpapan- Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kalimantan Timur (Kaltim) terus mendorong generasi muda untuk cakap diberbagai bidang. Terutama digital, sesuai perkembangan zaman saat ini. Namun juga harus memiliki pondasi ideologi Pancasila yang kuat dan nilai-nilai kebangsaan serta berbudi luhur. Hal ini dibuktikan dalam rangkaian kegiatan pembinaan kepemudaan oleh Dispora Kaltim yang dilaksanakan di Institut Teknologi Kalimantan (ITK), Gedung-A, KM 15 Karang Joang, Balikpapan. Dilaksanakan selama 3 hari, dibuka, pada Selasa (24/6/2025) hingga Kamis (26/6/2025) dengan diikuti sekitar 50 peserta.

Acara Bidang Pemberdayaan Pemuda Dispora Kaltim ini mengangkat tiga tema utama. Pertama Peningkatan Kapasitas Pemuda dengan penguatan ideologi Pancasila. Kedua Moderasi Beragama, dan ketiga Pengingkatan Kreativitas Pemuda dengan strategi konten digital. Rangkaian kegiatan ini sebagai bentuk upaya Dispora dalam pembinaan karakter dan kecakapan generasi muda Kaltim secara komprehensif. Jadi diharapkan cakap bidang intelektual, juga memiliki integritas ideologi pancasila yang kuat serta wawasan kebangsaan secara luas.

Bankkaltimtara Layanan Dalam Genggaman 2024
Bankkaltimtara Layanan Dalam Genggaman

“Pemuda hari ini adalah pemimpin masa depan. Mereka harus punya literasi digital yang kuat. Kemudian juga harus memiliki nilai-nilai dasar Pancasila, semangat persatuan, dan norma ber-agama dalam keberagaman serta berkebangsaan,” jelas Sekretaris Dispora Kaltim, Sri Wartini saat membuka acara mewakili Kepala Dispora Kaltim, HM Agus Hari Kesuma (AHK).

Sri Wartini menyampaikan, bahwa generasi muda perlu dibekali keterampilan digital, sekaligus ketahanan ideologi. Agar mereka tidak terjerumus dalam canggihnya teknologi digital saat ini. Karena menurut pihaknya, digital bagai pisau bermata dua. Jika pemuda tidak bisa memanajemeni kecanggihan digital dengan baik, maka dia akan dikendalikan oleh digital. Dicontohkannya, ada yang tidak sedikit saat ini para pemuda mengumbar kebencian dan hoax di media sosial (Medsos), bahkan parahnya ada yang terjerat pinjaman online (Pinjol) dan frustasi karena dikejar-kejar hutang.

“Kecanggihan duni digital lewat Medsos ini bisa sangat bahaya, jika pemuda tidak bisa mengontrolnya. Maka kami beri pemahaman sejak dini, agar bisa lebih bijak dalam bermedsos,” kata Sri lagi.

Sri menambahkan, dengan berbagai hal fenomena bahanyanya digital di tangan pemuda dalam bermedsos itulah yang coba dibendung Dispora. Dengan membentengi para generasi pemuda, agar lebih sehat dan bijak dalam mengunakan digital atau bermedsos. Caranya terus ditanamkan nilai ideologi Pancasila dan wawasan kebangsaan serta meningkatkan nilai ber-Agama. Diyakini pihaknya, dengan cara ini, pemuda bisa lebih smart dalam memanfaatkan digital atau medsos untuk membantu aktivitas kegiatan kesehariannya.

“Kami yakin, bagi pemuda yang sudah memiliki nilai ideologi Pancasila dan wawasna kebangsaan serta norma ber-Agama di hatinya. Pasti mereka akan berfikir seribu kali dampak negatifnya saat akan melakukan ujaran kebencian di medsos,” tegas Sri Wartini.

Dalam acara yang sangat spesial ini juga dihadiri Kepala Bidang (Kabid) Disporapar Balikpapan, Wahyu Mulia Doni Saputra, Kepala Biro Akademik dan Umum ITK, Yuspian. Juga Kepala Kesbangpol Balikpapan, Sutadi. Tampak peserta begitu antusias dan hidmat dalam setiap sesi pemaparan dari pematri. Suasana itu menandakan, bahwa mereka seakan mendapatkan pencerahan baru tentang ilmu meningkatkan wawasan diri.

Dalam agenda yang sama, Analis Kebijakan Ahli Muda Bidang Pemberdayaan Pemuda Dispora Kaltim, Hasbar Mara menambahkan dalam sambutannya. Bahwa penguatan Moderasi Beragama jadi salah satu fokus utama Dispora. Yakni untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan, serta rasa syukur bagi para pemuda, pada sang pencipta kehidupan alam semesta ini. Juga menumbuhkan rasa toleransi antar umat beragama, dengan saling menghormati.

“Kami ingin pemuda Kaltim bukan hanya cakap teknologi. Tetapi juga mampu menjadi penjaga toleransi dan persatuan bangsa melalui dunia digital,” urai Hasbar.

Untuk meningkatkan pengetahuan itu, peserta diajak praktik dan diwujudkan melalui dialog lintas iman. Kemudian juga dengan lokakarya toleransi berbasis digital yang melibatkan pemuda lintas agama. Tujuannya agar mereka bisa lebih memahami ilmu yang diberikan oleh Dispora tersebut.

Sekretaris Dispora Kaltim, Sri Wartini saat membuka acara mewakili Kepala Dispora Kaltim

Selain itu, untuk mendorong kreativitas, program pelatihan konten digital juga dilakukan. Diantaranya pembuatan video edukatif, desain kampanye sosial, dan manajemen media sosial juga digelar. Banyak peserta muda memanfaatkan pelatihan ini untuk menciptakan konten yang mempromosikan nilai-nilai Pancasila dan toleransi secara menarik di platform digital. Seperti TikTok, Instagram, dan YouTube.

Salah satu peserta, Ayu Pratiwi, mahasiswa asal Balikpapan, mengungkapkan. Bahwa kegiatan ini sangat membantunya dalam mengembangkan keterampilan komunikasi digital. Sekaligus memperkuat kesadaran berbangsa. Sehingga akan dijadikan pedoman dalam dunia digital dan bermedsos.

“Saya jadi tahu bagaimana menyampaikan pesan tentang toleransi dan kebangsaan dengan cara yang menarik. Tentunya sesuai dengan bahasa anak muda masa kini,” kata Ayu.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur melalui Dispora menargetkan, agar program serupa dapat terus digelar secara berkelanjutan. Supaya mereka bisa menjadi agen perubahan di tingkat lokal maupun nasional.

Dengan semangat kolaboratif dan nasionalisme yang kuat, pemuda Kaltim terus menunjukkan keaktifannya. Terutama mencerminkan, bahwa mereka siap menjadi garda depan dalam menjaga keutuhan bangsa. Juga menjawab tantangan zaman melalui inovasi dan solidaritas.

Kegiatan ini juga akan berlangsung di berbagai kota dan kabupaten di Kalimantan Timur, seperti Samarinda, Balikpapan, Kutai Kartanegara, dan Bontang. Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kalimantan Timur bekerja sama dengan organisasi kepemudaan, komunitas digital, dan lembaga keagamaan dalam menyelenggarakan pelatihan. Juga akan dijadwalkan diskusi publik yang mendorong nilai-nilai toleransi dan kebhinekaan di kalangan generasi muda. (Adv/Adm1)

Tinggalkan Balasan