Kukar Cetak Prestasi Nasional, SMPN 7 Muara Kaman Jadi Sekolah Rujukan Google-SRG se-Indonesia
Kukar Cetak Prestasi Nasional, SMPN 7 Muara Kaman Jadi Sekolah Rujukan Google-SRG se-Indonesia. Tampak Para siswa SMP Negeri 7 Muara Kaman yang tengah belajar menggunakan Chromebook.
![]()

AspirasiNews.id, Kukar- Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mencatat sejarah baru, dalam dunia pendidikan digital. Yaitu SMP Negeri 7 Muara Kaman, Kabupaten Kukar ini, resmi dinobatkan sebagai Sekolah Rujukan Google (SRG) pertama. Bahkan menjadi SRG dari Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri di Indonesia.
Penetapan ini, menjadi hal penting. Terutama dalam upaya transformasi pendidikan, yang tengah digencarkan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar. Plt Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan SMP Disdikbud Kukar, Emy Rosana Saleh menegaskan. Bahwa pencapaian ini, merupakan salah satu target utama, yang diusung Kepala Disdikbud Kukar.

“Ini bukan hanya kebanggaan bagi Kukar. Tetapi juga bukti, bahwa daerah bisa jadi pionir dalam transformasi digital pendidikan,” jelas Emy Rosana Saleh, mewakili Kepala Dinas Pendidikan dan Kebduayaan Kukar, Thauhid Afrialin Noor, pada Minggu (23/6/2025).
Emy menambahkan, SMPN 7 Muara Kaman, berhasil melewati tahapan seleksi ketat dari Google Asia Pacific. Dari 16 sekolah di Kukar yang menjadi kandidat, hanya sekolah ini yang memenuhi seluruh kriteria. Termasuk penggunaan penuh layanan Google Workspace dan perangkat Chromebook di seluruh aktivitas belajar-mengajar.
Diterangkan Emy, keberhasilan itu tak lepas dari kolaborasi erat. Antara pihak sekolah, dan Disdikbud Kukar. Bahkan, Kukar kini telah memiliki satu, dari dua Google Certified Coach di Kalimantan Timur (Kaltim). Yaitu Suwito, Kepala Sekolah (Kepsek), sekaligus pelatih digital bersertifikasi internasional, asal Kukar.
“Untuk menjadi Google Coach, saya harus melalui pelatihan. Kemudian praktik mendampingi guru, lalu menjalani ujian, yang dinilai langsung oleh Google Singapura,” beber Suwito.
“Kami juga dituntut untuk punya inovasi pembelajaran. Dan di sini, di Kukar, kami mengintegrasikan teknologi dengan alam. Itu yang membuat kami berbeda,” terang Suwito.
Sementara Kepala SMPN 7 Muara Kaman, Raisan mengungkapkan. Dia mengisahkan perjalanan panjang sekolah yang dipimpinnya itu dimulai sejak 2021. Dia mengingatkan kembali, bagaimana kondisi awal sekolahnya, yang pada masa itu cukup memprihatinkan.

“Kami mulai dari nol, dengan siswa hanya 50 orang. Kini kami punya 150 siswa, dan semua guru tersertifikasi level 1 dan 2. Tiga guru jadi trainer, dan satu jadi coach,” kata Raisan.
Emy kembali mengungkapkan, bahwa Disdikbud Kukar sendiri menghadapi tantangan besar. Khususnya dalam mewujudkan transformasi digital di wilayahnya. Hal itu karena kondisi geografis yang cukup luas di Kukar. Sehingga cukup sulit untuk dijangkau jaringan internet.
“Infrastruktur internet jadi masalah utama. Tapi kini dengan bantuan Starlink, dan perangkat yang kami salurkan ke 109 sekolah. Konektivitas jaringan semakin membaik,” beber Emy.
Lanjut Emy, untuk tantangan kedua, adalah kesiapan SDM (Sumber Daya Manusia). Sebagai wujud komitmen, Disdikbud Kukar juga menyediakan dukungan penuh. Termasuk satu Chromebook untuk setiap siswa dan guru, serta pemasangan solar cell berkapsitas 15.000 kWh.
“Banyak guru belum familiar dengan teknologi. Jadi pelatihan terus kami lakukan,” urai Emy.
Pada Oktober 2024, Kukar bahkan diundang ke kantor pusat Google di Singapura. Yaki dalam forum G-Tech, untuk membagikan praktik baik, ke lebih dari 10 negara. Selanjutnya, pada 28–30 Juli 2025, Kementerian Pendidikan Jepang dijadwalkan datang ke Kukar. Tujuannya untuk mempelajari model Kelas Sekolah Rujukan Google (KSrG) dan SRG tersebut.
“Kukar dikenal sebagai salah satu distrik kabupaten, dengan perkembangan teknologi pembelajaran digital tercepat,” tegas Emy. (Adv/Disdik Kukar)
