Disdikbud Kukar Dukung Pelestarian Budaya Lokal, Melalui Festival Budaya Bensamar Ke-4
Disdikbud Kukar Dukung Pelestarian Budaya Lokal, Melalui Festival Budaya Bensamar Ke-4
![]()

AspirasiNews.id, Kukar- Dusun Bensamar, yang terletak di Kelurahan Loa Ipuh Darat, Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegera (Kukar), kembali menjadi pusat perhatian. Karena sukses menggelar Festival Kampung Lawas, secara spektakuler. Hingga banyak mencuri perhatian warga Kukar, bahkan seantero Kalimantan Timur (Kaltim), hingga luar daerah provinsi.
Festival Kampung Lawas ini, tengah memasuki tahun ke-4. Rangkaian perjalanan panjang kesenian ini, menjadi salah satu bukti upaya penting. Khususnya dalam melestarikan sejarah, dan budaya yang ada di masyarakat lokal. Dengan usia yang telah mencapai 407 tahun, Bensamar bukan hanya kampung tua. Tetapi juga bagian penting, dari sejarah panjang Kutai Kartanegara.

Kepala Bidang (Kabid) Kebudayaan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar, Puji Utomo, yang hadir langsung dalam kegiatan tersebut menegaskan. bahwa Disdikbud Kukar sebagai perpanjangan tangan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) atau daerah, menyatakan komitmen penuh. Khususnya dalam mendukung pelestarian budaya, di masyarakat Bensamar tersebut.
“Kampung Lawas Bensamar ini, memiliki nilai sejarah yang sangat penting. Dari penelusuran, dan informasi yang kami peroleh. Kampung ini sudah ada sebelum berdirinya Kesultanan Kutai Kartanegara,” jelas Puji Utomo, mewakili Kepala Disdikbud Kukar, Thauhid Afrilian Noor, saat diwawancarai awak media usai membuka acara festival.
Puji juga menambahkan, Desa Bensamar memiliki kaitan erat, dengan Sultan Aji Imbut. Maka dari itu, menurutnya sangat penting bagi Disdikbud Kukar, untuk memberikan dukungan. Atas kegiatan pelestarian budaya, dan kesenian yang dilakukan masyarakat di kampung tersebut.
Dalam festival tahun ini, masyarakat Bensamar menampilkan berbagai kesenian khas daerah. Di antaranya, Tari Jepen, pertunjukan Sandima, serta musik dan lagu-lagu Tingkilan, yang menjadi ciri identik masyarakat Melayu.
Tidak hanya itu, masyarakat juga menggali, dan menampilkan berbagai kekayaan budaya lokal lain. Terutama berbagai tradisi yang selama ini masih terpelihara dengan baik.
“Yang paling kami apresiasi adalah, semangat masyarakat dalam menggali, dan mempertahankan karakteristik budaya mereka sendiri. Ini adalah bentuk nyata, dari pelestarian yang berasal dari masyarakat. Bukan hanya program dari atas,” terang Puji, sapaan akrabnya.
Puji juga menyampaikan, Disdikbud Kukar turut memberikan dukungan. Terutama terhadap pelaksanaan festival keanekaragaman tradisi tersebut.

Dia juga menyebutkan, ada beberapa bantuan yang diberikan dari pemerintah. Antara lain, fasilitas pementasan seni, peralatan pendukung olahraga tradisional. Juga dukungan terhadap kegiatan tarian, dan pertunjukan budaya yang digelar, selama festival berlangsung.
Saat disinggung mengenai keberlanjutan festival ini, Puji menyampaikan. Bahwa pemerintah daedrah atau Pemkab akan melakukan evaluasi. Yakni mempertimbangkan pola pelaksanaan yang efisien, namun tetap berkelanjutan.
“Kami tentunya memperhatikan efisiensi anggaran. Namun kami juga sadar, bahwa kegiatan seperti ini, harus terus berjalan. Ke depan, kami akan pertimbangkan. Apakah dilaksanakan setiap tahun, atau dua tahun sekali. Yang penting ada kesinambungan,” beber Puji.
Pihaknya juga berharap, Festival Budaya Bensamar bisa menjadi contoh. Khususnya bagi kampung-kampung lain di Kukar, dalam mempertahankan, dan melestarikan adat serta budaya lokal.
“Harapan kami, masyarakat di Bensamar ini, bisa terus menjaga adat istiadat, nilai-nilai luhur, serta kekayaan budaya yang mereka miliki. Karena inilah jati diri kita, sebagai daerah yang kaya akan sejarah, dan tradisi,” pesan Puji.
Dirinya juga mengungkapkan, melalui festival ini. Sekaligus menjadi pengingat, bahwa di tengah modernisasi, pelestarian budaya tetap harus menjadi prioritas bersama.
“Dukungan dari pemerintah daerah, dan partisipasi aktif masyarakat, merupakan kunci. Agar warisan leluhur tidak hilang, ditelan zaman,” harap Puji Utomo. (Adv/Disdikbud Kukar)
