28/05/2024

Agrowisata Bhuanasari Kaubun Diresmikan, Potensi Tingkatkan Pendapatan Petani hingga Edukasi di Kutim

0
Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman saat meresmikan Agrowisata Sawah Bhuanasari Kaubun

Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman saat meresmikan Agrowisata Sawah Bhuanasari Kaubun. (Irfan)

AspirasiNews.id, Kaubun- Kecamatan Kaubun kini punya tempat yang layak dijadikan destinasi wisata favorit unggulan. Karena pengembangan lahan persawahan tidak hanya fokus memproduksi padi saja. Namun kini dikelola secara estetik dan bisa menjadi tempat berwisata yang menarik. Potensi dimaksud adalah Agrowisata Sawah Bhuanasari di Jalan Danau Batur, Desa Bumi Rapak Kecamatan Kaubun. Terlebih baru saja diresmikan oleh Bupati Kutai Timur (Kutim) H Ardiansyah Sulaiman, Kamis (1/2/2024) kemarin.

BANKALTIM CMS

Dari pantauan media ini, agrowisata ini dibangun dengan dukungan anggaran corporate social responsibility (CSR) dari PT Ganda Alam Makmur (GAM). Lewat program pengembangan dan pemberdayaan masyarakat bidang pendapatan riil dan pekerjaan. Agrowisata ini dikelola dengan jumlah anggota kelompok tani (Poktan) Bhuana Sari, dengan luasan tanah 32 hektar.

Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman dalam arahannya sangat mengapresiasi dibukanya agrowisata itu. Agrowisata ini dikembangkan dengan dasar utamanya pemanfaatan sawah. Dengan tujuan untuk meningkatkan pendapatan para petani.

“Saya ucapkan terima kasih kepada manajemen PT GAM yang sudah mendukung fasilitas agrowisata ini. Dengan membangun jalan, irigasi hingga gazebo lewat CSR-nya,” jelas Ardiansyah.

Ditambahkan Ardiansyah, memang masih ada beberapa kekurangan dari agrowisata tersebut. Maka dari itu dia berharap, ke depan bisa dilengkapi sarana dan prasarananya.

“Saya minta terus dilengkapi fasilitasnya, silakan Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan (DTPHP) Kutim bersama Badan Penyuluh Pertanian (BPP) Kaubun dan PT GAM berkoordinasi terkait perencanaannya. Nantinya, saya ingin ada disediakan sepeda untuk para pengunjung yang bisa disewa agar menggeliatkan ekonomi kerakyatan. Kemudian parit irigasi lebih menarik jika ada ikannya dan juga dibangun kolam pemancingan ikan. Serta di sekitar sawah ditanami bunga agar indah pemandangannya,” saran Ardiansyah.

Ardiansyah juga meminta gazebo yang sudah dibangun oleh PT GAM, dijadikan eko wisata dan petani juga bisa beristirahat.

“Ini nantinya pasti Agrowisata Sawah Bhuanasari Kaubun bisa memberikan multiplier effect. Saya harap nanti ada juga warung-warung UMKM yang dibangun. Jadi wisatawan dapat membeli makanan dan minuman ketika menikmati area agrowisata sawah,” tegasnya.

Ardiansyah menambahkan, agrowisata serupa juga akan dikembangkan di areal persawahan Kecamatan Teluk Pandan. Pemkab Kutim memang tengah fokus mendorong pengembangan di masing-masing kecamatan agar memiliki agrowisata. Untuk di Teluk Pandan akan bekerja sama dengan PT PAMA dan PT Indominco Mandiri (IMM) lewat CSR-nya.

Sementara itu, pengelola Agrowisata Sawah Bhuanasari dari BPP Kaubun Yuliandi melaporkan, berawal dari ide bersama DTPHP Kutim dan PT GAM. Untuk membuat konsep agrowisata sejak tahun lalu. Akhirnya hari ini di Februari 2024 bisa diresmikan oleh Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman.

“Jadi tujuan agrowisata ini adalah memaksimalkan pembedayaan. Bagaimana padi sawah yang dikelola poktan mempunyai sumber daya alam (SDA) dan sumber daya manusia (SDM) yang dikelola lebih dari sekadar menanam padi,” beber Yuliandi.

Kemudian diungkapkannya dari agrowisata itu, para rekan poktan bisa punya penghasilan sendiri. Kemudian rencana ke depan, BPP juga akan menggerakkan sektor UMKM bisa berjualan di lokasi agrowisata. Konsep dan tempatnya akan segera disiapkan. Termasuk membangun halaman parkir yang representatif untuk pengunjung.

“Nantiya kita juga akan bekerja sama dengan Bumdes setempat sebagai penyerta modal. Yakni membicarakan apa-apa saja yang bisa diinvestasikan di agrowisata ini dengan mendatangkan pelaku usaha,” terang Yuliandi lagi.

Selanjutnya, agrowisata ini akan menerapkan retribusi masuk sebagai pemasukan kas dari pengelola. Hasilnya bisa dibelikan alat panen padi dan lainnya. Selanjutnya pengelola berencana nantinya juga bisa bekerja sama dengan Dinas Pendidikan. Sehingga agrowisata ini bisa dijadikan wisata edukasi anak-anak yang menyukai sawah.

“Semoga bisa diwujudkan apalagi setiap minggu di area agrowisata ini digelar event layang-layang sebagai hiburan,” pungkasnya. (Adv/Adm1)

Tinggalkan Balasan