24/04/2026

Meski Banyak Program Berstatus Lelang, Disdikbud Kukar Dorong Percepatan Pembangunan Pendidikan

0
Meski Banyak Program Berstatus Lelang, Disdikbud Kukar Dorong Percepatan Pembangunan Pendidikan

Meski Banyak Program Berstatus Lelang, Disdikbud Kukar Dorong Percepatan Pembangunan Pendidikan. Kepala Disdikbud Kukar, Thauhid Afrilian Noor

Loading

Disdikbud Kukar Benner Iklan

AspirasiNews.id, Kukar- Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Kartanegara (Kukar), terus mendorong percepatan pelaksanaan program infrastruktur pendidikan. Meski sebagian besar kegiatan masih dalam proses lelang.

Kepala Disdikbud Kukar, Thauhid Afrilian Noor, mengatakan. Langkah efisiensi, menjadi prioritas. Agar pembangunan berjalan tepat sasaran.

Bankkaltimtara CMS 2024
Bankkaltimtara CMS

“Hingga saat ini, sebagian besar kegiatan masih proses lelang. Ada beberapa program yang nilai anggarannya dikurangi. Karena mempertimbangkan waktu pelaksanaan, yang semakin terbatas,” jelasnya, Senin (11/8/2025).

Menurutnya, kegiatan yang secara teknis, yang tak memungkinkan diselesaikan dalam waktu tersisa. Maka tidak akan dipaksakan untuk tetap dijalankan. Target penyelesaian, tetap diupayakan rampung pada November mendatang.

“Kalau memang waktunya tidak memungkinkan, ya tidak perlu dipaksakan. Tapi target pelaksanaan tetap kami upayakan selesai hingga November,” tegas Thauhid.

Untuk diketahui, saat ini progres fisik pembangunan diperkirakan telah mencapai 50 persen. Namun, sebagian besar kegiatan, belum dapat dipastikan tahapan pelaksanaannya. Karena masih berada di tahap pengadaan.

“Sebagian masih di BLP (Biro Layanan Pengadaan). Jadi kami belum bisa pantau, apakah sudah tayang atau kontrak. Prosesnya masih berjalan,” urai Thauhid.

Sebagian besar pekerjaan yang direncanakan, bersifat rehabilitasi ringan. Strategi ini dipilih, untuk mempercepat pengerjaan. Tapi tanpa membebani anggaran secara berlebihan.

“Kami fokus pada kegiatan yang realistis. Yakni bisa diselesaikan dalam waktu terbatas,” terang Thauhid lagi.

Keterbatasan anggaran, menjadi pertimbangan utama. Sekitar 56 persen dari total anggaran Disdikbud, digunakan untuk belanja pegawai. Sedangkan sisanya, baru dialokasikan untuk pembangunan.

“Kalau ada sekolah yang belum kebagian perbaikan, kami harap bisa bersabar. Kami tetap berusaha semaksimal mungkin. Tapi anggaran memang tidak sebesar sebelumnya,” beber Thauhid. (Adv/Disdikbud Kukar)

Tinggalkan Balasan