DPRD Dorong Budaya Kaltim Harus Jadi Aset Ekonomi, Bukan Sekadar Simbol Seremonial
DPRD Dorong Budaya Kaltim Harus Jadi Aset Ekonomi, Bukan Sekadar Simbol Seremonial. Anggota Komisi-IV DPRD Kalimantan Timur, Fadly Imawan
![]()

AspirasiNews.id, Samarinda- Budaya tidak cukup hanya dilestarikan, tetapi harus diberdayakan sebagai kekuatan ekonomi. Itulah pesan utama yang disampaikan dan dikemukakan oleh Anggota Komisi-IV DPRD Kalimantan Timur, Fadly Imawan. Terutama mengenai masa depan kebudayaan lokal, di tengah era digital dewasa ini.
Dia mendorong semua pihak, agar mengubah cara pandang terhadap budaya. Karena dinilainya, pelestarian budaya tidak seharusnya berhenti pada kegiatan seremonial. Seperti pertunjukan, atau pameran saja. Tetapi perlu diarahkan, yakni menjadi kekuatan ekonomi kreatif, berbasis teknologi.

“Selama ini, kita sering menempatkan budaya, dalam ruang yang pasif, dan terbatas. Padahal, dengan dukungan teknologi, unsur budaya bisa dikemas lebih dinamis. Terlebih mampu dikomersialisasikan secara luas, dan kreatif,” jelas Fadly, sapaan akrabnya, pada Selasa (26/8/2025).
Menurut pihaknya, pendekatan digital justru menjadi solusi. Agar budaya tidak kehilangan relevansi, di tengah derasnya arus globalisasi. Media digital membuka peluang besar, agar menjangkau generasi muda. Aekaligus memasarkan budaya lokal, hingga ke tingkat internasional.
“Integrasi antara budaya, dan teknologi. Seharusnya menjadi bagian dari strategi pembangunan ekonomi kreatif, yang relevan dengan tantangan zaman,” terang Fadly, Legislator dari Partai Golkar ini.
Fadly mencontohkan, berbagai inovasi yang bisa dilakukan. Seperti penyelenggaraan pertunjukan seni secara virtual, promosi kerajinan lokal, melalui platform e-commerce. Hingga pembuatan konten budaya edukatif, yang bisa diakses publik secara luas. Semua ini dikatakannya, dapat membuka peluang ekonomi baru yang inklusif, dan berkelanjutan.
Pihaknya juga mengingatkan, transformasi digital pada sektor budaya. Membutuhkan dukungan penuh dari pemerintah. Infrastruktur digital, dan peningkatan kapasitas SDM budaya, menjadi dua hal yang tidak bisa ditawar.
“Peran pemerintah sangat penting, agar menjembatani proses adaptasi ini. Para pelaku seni, dan budaya perlu diberikan pelatihan serta akses teknologi. Sehingga mereka dapat berpartisipasi secara aktif, dalam ekosistem digital,” tegas Fadly lagi.
Fadly juga mendorong, sinergi antar sektor. Seperti komunitas budaya, institusi pendidikan, pelaku usaha, hingga pariwisata. Agar terbentuk ekosistem budaya yang kuat, dan kompetitif.
“Kita perlu mengubah cara pandang, budaya tidak hanya warisan untuk dilestarikan. Tetapi juga aset strategis, yang mampu menopang perekonomian daerah secara jangka panjang,” harap Fadly. (Adv/DPRD Kaltim)
