Komisi-II DPRD Gelar Raker, Bahas Rencana Bisnis Dua Perusda BUMD di Kaltim
Komisi-II DPRD Gelar Raker, Bahas Rencana Bisnis Dua Perusda BUMD di Kaltim. Komisi-II didampingi Ketua DPRD Kaltim ketika melakukan rapat kerja bersama mitra kerja, Rabu (13/8/2025)
![]()

AspirasiNews.id, Balikpapan- Komisi-II DPRD Kalimantan Timur (Kaltim) kembali melaksanakan rapat kerja (Raker). Kali ini bersama Perusahaan Daerah (Perusda), atau Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kaltim, dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim. Rapet digelar di Ruang Rapat Hotel Astara Balikpapan, pada Rabu (13/8/2025).
Rapat yang dipimpin Ketua Komisi-II Sabaruddin Panrecalle, uga dihadiri Ketua DPRD Kaltim Hadanuddin Mas’ud (Hamas), Wakil Ketua Komisi-II Sapto Setyo Pramono. Juga dihadiri Kepala Biro Perekonomin Setdaprov Kaltim Iwan Darmawan, Kepala Biro Hukum Setdaprov Kaltim Suparmi. Kemudian ada Direktur Utama PT Migas Mandiri Pratama (MMP) Kaltim Edi Kurniawan, dan Direktur Utama PT Penjamin Kredit Daerah (Jamkrida) Kaltim, Agus Wahyudin.

Tampak pula hadir, Sekretaris Komisi-II Nurhadi Saputra, Anggota Komisi-II yakni Muhammad Husni Fahruddin, Abdul Giaz, Guntur, Yonavia, Sulasih, Shemmy Permata Sari. Juga ada Andi Muhammad Afif Rayhan Harun, Firnadi Ikhsan, dan Sigit Wibowo. Tampak juga para jajaran direksi PT MMP, dan PT Jamkrida.
Rapat tersebut dilakukan, dalam rangka membahas perubahan ketiga, atas Peraturan Daerah (Perda) No 11 Tahun 2009. Tentang PT MMP Kaltim, dan perubahan kedua, atas Peraturan Daerah No 9 Tahun 2012. Tentang PT Jamkrida Kaltim. Juga mengenai berbagai perkembangan bisnis kedua Perusda tersebut.
Ketua Komisi-II, Sabaruddin mengatakan. Bahwa pertemuan ini, merupakan sebuah musyawarah. Untuk menegaskan, terkait pembahasan perkembangan bisnis BUMD Benua Etam. Yakni dari PT MMP Kaltim, dan PT Jamkrida Kaltim, yang notabene merupakan bagian dari mitra kerja Komisi-II.
Selain itu, pertemuan dilakukan untuk membahas perubahan. terutama mengenai dari kedua Perda yang akan direvisi.
“Komisi-II akan menstresingkan, arah kebijakan-kebijakan, daripada formulasi. Sambil kita menunggu seleksi calon direktur utama, dari PT MMP,” jelas Sabaruddin.
Sementara, Ketua DPRD Kaltim Hasanuddin Mas’ud menginginkan. Agar kedepan, ada kajian, atau analisis. Terkait soal bisnis, dan pasar. Juga memastikan, bahwa modal itu tersedia dari pemerintah.
“Perusda-perusda ini, sangat diharapkan sebagai penyumbang. Bukan hanya penyumbang devisa, namun juga sebagai penyumbang pendapatan asli daerah (PAD),” kata Hasan, sapaan akrabnya.
Lain pihak, Kepala Biro Perekonomin Setdaprov Kaltim, Iwan Darmawan mengharapkan. Agar kedepannya, PT MMP tidak semata-mata mengandalkan dari pendapatan Participating Interest (PI).
“Karena sifatnya itu relatif pasif, kita mau lebih aktif, dan kecendrungannya dari pengamatan laba tahun 2024. Nanti masuk ke 2025 pun, ada kecendrungan penurunan dari pendapatan PI ini. Kita coba tingkatkan pendapatan di luar PI, dan semoga ini bisa berhasil,” ungkap iwan. (Adv/DPRD Kaltim)
