Dispora Genjot Industri Olahraga Kaltim Jadi Mesin Ekonomi Daerah
Dispora Genjot Industri Olahraga Kaltim Jadi Mesin Ekonomi Daerah. Tampak Piala Soeratin 2025 yang baru saja dilaksanakan putaran Samarinda ini banyak menyedot ratusan peserta dan tercatat ribuan penonton, kehadiran peserta serta penonton kemarin ini diakui panitia cukup sukses dalam menggerakkan roda ekonomi UMKM daerah.
![]()

AspirasiNews.id, Samarinda- Olahraga di Kalimantan Timur (Kaltim) kini tidak lagi dipandang sekadar ajang adu prestasi saja. Namun di era modern dan untuk memenuhi kebutuhan kaum urban, kini olahraga menjadi sebuah keharusan. Bahkan menjadi kewajiban bisa berdampak pada pergerakan ekonomi UMKM (Usaha Mikro Kecil Menegah).
Oleh karena itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim, melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), kini terus menggenjot olahraga diwilayahnya untuk fokus dalam membangun ekosistem industri. Yakni olahraga yang berkelanjutan, dan mampu memberi dampak langsung bagi perekonomian daerah. Sehingga olahraga jaya, masyarakat sehat, ekonomi juga tumbuh positif.

“Paradigma olahraga industri ini sudah lama diterapkan di negara-negara maju. Seperti Amerika Serikat, Tiongkok, dan Jepang. Sehingga berbagai negara ini kemajuan di bidang olahraga cukup berkembang sangat pesat,” jelas Kepala Dispora Kaltim, HM Agus Hari Kesuma (AHK) belum lama ini.
Ditambahkan AHK, bahwa di berbagai negara maju, olahraga menjadi motor penggerak ekonomi. Mulai dari penciptaan lapangan kerja, peningkatan pariwisata, hingga berkontribusi pada Produk Domestik Bruto (PDB). Maka konsep sangat brilian dan banyak memberikan dampak domino positif tersebut perlu diadopsi dan diterapkan di Indonesia, khsusunya Benua Etam ini.
“Olahraga itu investasi jangka panjang. Bukan hanya melahirkan juara, tapi juga menyerap tenaga kerja. Terlebih mampu mendorong sektor lain, seperti pariwisata unggulan suatu daerah,” kata Agus di Kantor Dispora Kaltim, Gedung Kadrie Oening (GKO) Tower, Jalan PM Noor, Sempaja, Samarinda, baru-baru ini.
AHK juga menerangkan, dalam membangun industri olahraga tidak cukup fokus pada penyediaan fasilitas umum (Fasum) saja, sebagai kelengkapannya. Namun, ditekankan pihaknya diperlukan sistem pembinaan atletnya juga. Yakni pelatihan secara berkesinambungan dari hulu sampai hilir.

Diantaranya mulai dari pelatihan intensif, dukungan psikologis, fasilitas yang memadai, hingga kebijakan pendidikan yang menyesuaikan kebutuhan atlet. Sehingga saat menikmati olahraga, para penonton dan wisatawan luar daerah bisa mendapatkan nilai prestige tersendiri. Karena atletnya bertanding dengan secara apik, dan penuh semangat di arena permainan.
“Lingkungan yang kondusif akan memunculkan atlet potensial. Hal ini juga memastikan mereka, berkembang secara maksimal dalam mengerahkan segala kemampuannya,” urai Agus lagi.
Diungkapkan AHK, sebagai langkah nyata stretegis pihaknya, Dispora Kaltim tengah merancang kebijakan baru. Yakni memberi porsi lebih besar untuk latihan atlet. Skema ini tentunya membagi waktu dengan komposisi 70 persen untuk latihan fisik, dan 30 persen untuk kegiatan akademik.
“Dengan begitu, atlet punya ruang lebih luas untuk mengasah kemampuan. Sehingga bibit unggul siap bersaing di level nasional maupun internasional,” harap AHK. (Adv/Adm1)
