24/04/2026

Dispora Selamatkan Prestasi Woodball, Hasbar Pimpin IWBA Kaltim 2025-2029 Menuju POPDA dan PON

0
Dispora Selamatkan Prestasi Woodball, Hasbar Pimpin IWBA Kaltim 2025-2029 Menuju POPDA dan PON

Dispora Selamatkan Prestasi Woodball, Hasbar Pimpin IWBA Kaltim 2025-2029 Menuju POPDA dan PON. Tampak Hasbar (dua kanan kemeja hitam) bersama pengurus IWBA Kaltim.

Loading

Iklan Benner Dispora Kaltim 2025

AspirasiNews.id, Samarinda- Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kalimantan Timur (Kaltim) mendukung prosesi Musyawarah Provinsi Luar Biasa (Musprovlub) Indonesia Woodball Association (IWBA) Kaltim, pada Minggu (13/7/2025). Dalam Musprovlub ini telah ditetapkan Hasbar Mara sebagai Ketua baru periode 2025–2029, terpilih secara aklamasi. Acara pemilihan itu dihelat di Ruang Rapat KONI (Komite Olahraga Nasional Indonesia) Kaltim, Agenda Musprovlub ini digelar sebagai respon atas vakum-nya kepemimpinan IWBA Kaltim sejak dua tahun terakhir.

Menanggapi keresana itu dan ingin menyelamatkan prestasi Woodball yang gemilang di PON-XXI 2024 Aceh-Sumut lalu, langsung mengambil langkah strategis. Terlebih Hasbar ini bukan sosok asing di dunia Woodball Kaltim. Ia termasuk salah satu pengurus awal, saat cabang olahraga (Cabor) itu diperkenalkan di daerah. Dalam Musprovlub itu, dia mengambil peran penting, yakni sebagai Ketua Panitia Pelaksana (Panpel). Hasbar dalam sambutanya menyebut, bahwa Musprovlub itu digelar berdasarkan desakan mayoritas pengurus kabupaten/kota IWBA se-Kaltim.

BANKALTIM EMAS
BANKALTIM EMAS

“Dari sembilan pengcab yang terdaftar, hanya Kubar yang tidak hadir,” ujar Hasbar Mara yang juga sebagai Analis Kebijakan Ahli Muda Bidang Pemberdayaan Pemuda Dispora Kaltim ini.

Dirinya menegaskan, perlunya konsolidasi organisasi. Terlebih dalam menyambut dua agenda besar dalam waktu dekat. Diantaranya Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Kaltim-XVII 2025 di Penajam Paser Utara (PPU), dan Pra-Porprov (Pekan Olahraga Provinsi) di Paser.

Hasbar Mara menyatakan, dirinya siap langsung tancap gas. Pihaknya menargetkan pengesahan SK (Surat Keputusan) kepengurusan dari Pengurus Besar (PB) IWBA Pusat bisa selesai dalam waktu dekat. Agar seluruh pengurus bisa fokus menghadapi agenda kompetisi.

“Setelah ini rampung, kita langsung action,” tutur Hasbar optimistis.

Diterangkannya, IWBA Kaltim kini juga tengah berupaya keras. Yakni agar Woodball masuk daftar cabang olahraga yang dipertandingkan pada PON-XXII 2028 di NTB (Nusa tenggara Barat) dan NTT (Nusa Tenggara Timur) mendatang. Musprovlub IWBA Kaltim ini juga menjadi momen konsolidasi organisasi di tengah peningkatan dukungan dari KONI dan Dispora Kaltim.

“Kita sedang on progress. Kalau ini lolos, Woodball bisa jadi lumbung emas baru untuk Kaltim,” kata Hasbar.

Sementara kursi Ketua IWBA Kaltim kosong sejak 2023, setelah Ketua sebelumnya dinyatakan berhalangan tetap. Penunjukan Wiyono Adie, sebagai pelaksana tugas (Plt) dari Pengurus Besar IWBA, hanya bersifat sementara.

“Maka musprovlub ini adalah mekanisme reguler organisasi, untuk memastikan roda organisasi kembali berjalan normal,” ujar Wiyono.

Para Atlet Woodball Kaltim saat try out di Jateng seblum BK PON 2024-IST-

Wiyono menyebut, penetapan masa bakti Hasbar berlaku penuh 4 tahun, untuk periode 2025–2029. Karena kekosongan jabatan sebelumnya telah berlangsung lebih dari dua tahun.

Wiyono menilai, stagnannya organisasi selama dua tahun terakhir, berisiko mengorbankan para atlet. Padahal, kata Wiyono, Woodball Kaltim punya sumber daya manusia (SDM) mumpuni, baik pelatih maupun wasit.

“Wasit kita bahkan sudah ada yang bersertifikasi internasional. Jangan sampai mandek organisasi berdampak ke prestasi,” ujar Wiyono.

Ketua KONI Kaltim, Rusdiansyah Aras yang hadir dan memberikan arahan dalam Musprovlub. Menyampaikan apresiasi terhadap capaian Woodball Kaltim dalam PON-XXI 2024 di Aceh Sumatra Utara (Sumut) lalu.

“Woodball masuk 47 Cabor Kaltim yang meraih medali. Tapi untuk PON mendatang, ada 11 cabor emas kita yang tak lagi dipertandingkan. Woodball berpeluang menggantikan peran itu,” ucapnya.

Rusdiansyah menyinggung pentingnya soliditas pengurus. Dia berharap, kepengurusan baru lebih ramping, efektif, dan mengutamakan integritas.

“Gemuk boleh, tapi jangan terlalu gemuk. Pilih yang punya komitmen dan paham kerja organisasi. Jangan sampai organisasi sibuk menyalahkan, padahal seharusnya saling menguatkan,” katanya.

Tahun ini, indeks bantuan untuk pelatih dan wasit meningkat hingga Rp 7,5 juta per orang. KONI juga menegaskan kewajiban seluruh daerah untuk mengikuti babak kualifikasi (BK) Porprov, tanpa pengecualian.

“Kalau tak ikut BK, wassalam. Tak bisa mutasi atlet dari luar Kaltim sembarangan. Kita sekarang bangun dari bawah, dari daerah sendiri,” kata Rusdiansyah. (Adv/Adm1)

Tinggalkan Balasan