08/04/2026

POPDA Kaltim-XVII 2025 Siap Digelar Oktober, Dispora Siapkan Ratusan Atlet

0
POPDA Kaltim-XII 2025 Siap Digelar Oktober, Dispora Siapkan Ratusan Atlet.

POPDA Kaltim-XII 2025 Siap Digelar Oktober, Dispora Siapkan Ratusan Atlet. Tampak Rasman Rading memberikan arahan di Kejuaran Basket 3×3 pelajar di Big Mall Samarinda belum lama ini.

Loading

Iklan Benner Dispora Kaltim 2025

AspirasiNews.id, Samarinda- Pekan Olahraga pelajar Daerah (POPDA) Kalimantan Timur (Kaltim)-XVII 2025 ini akan dilaksanakan pada Oktober mendatang. Kemudian untuk lokasinya juga sudah ditetepkan, di Penajam Paser Utara (PPU) sebagai tuan rumahnya. Penetapan jadwal waktu dan lokasi ini tentunya melalui berbagia rangkaian perjalanan yang pelik dan panjang. Sehingga Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim harus memastikan, agar berjalan lancar dan sesuai rencana. Terlihat beberapa akhir ini, Dispora Kaltim sedang mempersiapkan ratusan atlet di berbagai cabang olahraga (Cabor) yang akan ditandingkan di POPDA Kaltim-17 20205 ini nanti.

Persiapan itu juga dilakukan oleh Badan Pembina Olahraga Pelajar Seluruh Indonesia (Bapopsi) dan Dispora di 10 kota kabupaten se-Kaltim. Dengan mengadakan berbagai pelatihan, pembinaan melalui kompetisi di berbagai sekolah setiap daerah. Hal itu sebagai sarana untuk menyaring dan seleksi bagi atlet pelajar daerah, untuk siap berkompetisi pada pertandingan level provinsi tersebut. Jadi persiapan ini untuk mendapatkan hasil maksimal dalam perhelatan POPDA Kaltim 2025 mendatang. Jadi Dispora Kaltim selain mendukung jalanya acara agar lancar, juga melakukan pendataan dan verifikasi pada ratusan atlet dari semua perwakilan 10 daerah yang berpartisipasi.

BANK KALTIM KPR
BANK KALTIM KPR

“Tuan rumah PPU dan direkomendasi oleh Dispora Kaltim, sudah menetapkan jadwal pelaksaan POPDA Kaltim-XVII 2025 ini pada Oktober. Jadwal ini juga sudah disepakati bersama oleh 10 Bapopsi kota kabupaten se-Kaltim,” jelas Kepala Bidang (Kabid) Peningkatan Prestasi Olahraga (PPO) Dispora Kaltim, Rasman Rading beberapa waktu lalu.

Dikatakan Rasman, untuk wacana sebelumnya jadwal POPDA Kaltim-17 2025 ini akan dilaksanakan pada awal September hingga pertengahan. Karena bertepatan dengan Hari Olahraga Nasional (Haornas) yang diperingati setiap tanggal 9 September. Namun karena kebijakan dari tuan rumah, sehingga jadwal dimundurkan sampai Oktober pertengahan. Kebijakan ini tentunya akan memberikan tenggat waktu lebih lama, bagi daerah lain untuk melakukan seleksi SDM dan pelatihan bagi para atletnya berlatih lebih intens.

“Persiapan waktu dan jadwal POPDA Kaltim-XVII 2025 oleh tuan rumah PPU sudah diumumkan pada Oktober mendatang. Kemudian untuk lokasi arena pertandingan masih dipersiapkan kelengkapannya oleh tuan rumah, sambil berjalan. Jadi saat ini tinggal kesiapan atlet untuk bertanding dalam kompetsisinya,” kata Rasman di Kantor Dispora Kaltim, Gedung Kadrie Oening (GKO) Tower, Jalan PM Noor, Sempaja, Samarinda.

Dijelaskan Rasman, salah satu untuk menyiapkan atlet itu adalah mengenai tata tertib pemain. Yakni untuk menjaga integritas kompetisi, peserta POPDA Kaltim-XVII 2025 ini punya peraturan ketat. Yakni dibatasi hanya untuk atlet pelajar yang lahir mulai 1 Januari 2008 dan masih aktif di jenjang pendidikan. Jadi pada Oktober 2025 nanti, dia masih berumur 17 tahun, tidak boleh melebihi batas tersebut. Atau lahirnya dibawah 2028, misalkan 12 Desember 2007, ini umurnya sudah 18 tahun.

“Peraturan ketentuan ini merupakan suatu langkah dalam memperisapkan atlet yang siap tanding. Jadi data peserta harus valid dan sesuai peraturan. kemudian tata tertib (tatib) ini juga harus dipatuhi oleh semua peserta, terlebih oleh semua Bapopsi di daerah dalam mempersiapkan ratusan atletnya dari berbagai Cabor,” ujar Rasman mewakili Kepala Dispora Kaltim, HM Agus Hari Kesuma (AHK).

Rasman menambahkan, kebijakan ini diterapkan bukan untuk memberatkan para daerah dalam melakukan mempersiapan atletnya. Tetapi justru untuk meningkatkan program seleksi dan pembinaan, agar berlangsung secara adil serta sesuai dengan prinsip pembinaan usia dini. Sehingga semua harus mematuhi, agar bisa seragam, dan memberikan dampak dalam jangka panjangnya.

Dengan penguatan sinergi antara Dispora dan Bapopsi daerah, serta dukungan kebijakan yang berbasis pembinaan berjenjang tersebut. Pelaksanaan POPDA Kaltim-XVII 2025 diharapkan menjadi wadah regenerasi atlet muda, sekaligus cerminan kemajuan olahraga pelajar di Benua Etam.

“Kami optimistis, POPDA 2025 ini akan jadi tolok ukur kualitas pembinaan. Yang selama ini kita bangun bersama di daerah,” tutur Rasman.

Diungkapkan Rasman, persiapan Dispora dalam menyiapkan atlet ini harus tegas dalam menerapkan aturan POPDA. Seperti satu nomor tanding tersebut, minimal harus diikuti empat peserta. Jika jumlahnya kurang, maka pertandingan tidak bisa digelar. Hal inilah yang juga menjadi alasan beberapa Cabor tidak diikutsertakan. Jadi semua harus memenuhi standarisasi peraturan yang berlaku.

Kepala Bidang (Kabid) Peningkatan Prestasi Olahraga (PPO) Dispora Kaltim, Rasman Rading

“Persyaratan di POPDA itu satu nomor tanding minimal empat peserta. Kalau kurang dari itu tidak boleh dipertandingkan. Jadi semua daerah harus bisa mengirimkan perwakilanya setiap Cabor,” terang Rasman.

Menurut Rasman, POPDA bukan hanya ajang kompetisi semata. Melainkan juga bagian integral dari sistem pembinaan olahraga pelajar di Kaltim. jadi event ini berperan sebagai langkah awal, untuk menjaring atlet berbakat yang akan dipersiapkan menuju level nasional seperti POPNAS pada November 2025 mendatang.

“Ini bukan sekadar lomba. POPDA menjadi instrumen deteksi dini potensi atlet. Kita membina, bukan hanya mencari pemenang,” tegas Rasman.

Rasman juga membeberkan, Cabor yang akan ditandingkan nantinya itu akan dikelompokkan dalam dua kategori. Yakni kategori olahraga terukur dan tidak terukur. Hal ini untuk mempermudah proses penilaian dan pengembangan talenta muda pelajar Kaltim.

“Untuk Cabor yang ditandingkan sudah disepakati ada 14 Cabor di POPDA Kaltim 2025 ini, dan kesemuanya mengacu pada 21 Cabor POPNAS. Cabor yang akan dilombakan itu meliputi atletik, renang, panahan, bola voli, bulu tangkis, bola basket, sepak bola, karate, pencak silat, taekwondo, judo, tinju, menembak, dan senam,” beber Rasman.

Kemudian untuk menyukseskan gelaran POPDA Kaltim-XVII 2025, agar gagap gempitanya kian dirasakan oleh seluruh pelajar, orangtua, maupun sekolah serta pihak terkait. Dispora mempunyai terobosan brilian dan sejalan dengan upaya digitalisasi dalam dunia olahraga. Yakni Dispora Kaltim akan menyiapkan peluang untuk penyiaran pertandingan POPDA 2025 tersebut secara daring (dalam jaringan) atau live. Langkah ini diambil Dispora, agar ajang olahraga pelajar tersebut bisa diakses lebih luas oleh seluruh lapisan masyarakat.

“Kami ingin atmosfer POPDA Kaltim-XVII 2025 ini dirasakan juga oleh keluarga atlet dan publik. Siaran online secara live akan menjadi bentuk apresiasi bagi perjuangan mereka,” ungkap Rasman. (Adv/Adm1)

Tinggalkan Balasan