26/04/2026

Prestasi Anggar Kaltim Terancam, Dispora Desak Kabupaten/Kota Aktif Gelar Kejuaraan Lokal

0
Prestasi Anggar Kaltim Terancam, Dispora Desak Kabupaten/Kota Aktif Gelar Kejuaraan Lokal

Prestasi Anggar Kaltim Terancam, Dispora Desak Kabupaten/Kota Aktif Gelar Kejuaraan Lokal agar para bibit atlet muda bermunculan. Tampak acara pertandingan Anggar pada Piala Gubernur 2024 lalu

Loading

Iklan Benner Dispora Kaltim 2025

AspirasiNews.id, Samarinda- Cabang olahraga (Cabor) Anggar Kalimantan Timur (Kaltim) di 2025 ini kembali mendapat atensi dari pemerintah. Peringatan itu tidak lain dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora). Yakni tentang mengenai pentingnya pembinaan olahraga Anggar yang terstruktur serta berkelanjutan di seluruh kabupaten dan kota.

Himbauan ini disampaikan oleh Kepala Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga (PPO) Dispora Kaltim, Rasman Rading mewakili Kepala Dispora Kaltim, HM Agus Hari Kesuam (AHK). Dirinya menegaskan, bahwa tanpa kejuaraan-kejuaraan lokal, mustahil mencetak atlet unggulan yang bisa berlaga di kancah nasional. Jadi perlu terus ditingkatkan latihan maupun kejuaran tingkat daerah.

Bankkaltimtara kelola keuangan DG 2024
Bankkaltimtara kelola keuangan DG

“Kalau tidak ada kejuaraan di tingkat kabupaten/kota, bagaimana atlet mau berkembang? Kita butuh atmosfer kompetitif yang konsisten. Bukan hanya saat event besar sesekali, seperti Porprov atau PON,” jelas Rasman, Sabtu (28/6/2025) usai Rapat bersama Pengurus Ikatan Anggar Seluruh Indonesia (IKASI) Kaltim.

Rasman menerangkan, kejuaraan di level dasar menjadi kunci. Seperti antar klub atau antardaerah itu, merupakan ruang penting. Yakni untuk menjaring para bibit baru dan menjaga daya saing atlet muda. Rasman menyayangkan, masih banyak daerah yang belum aktif membina cabor Anggar ini secara serius.

“Kita tidak bisa hanya bangga dengan prestasi masa lalu. PON 2016 di Jawa Barat memang kita unggul, PON 2021 di Papua juga masih bawa medali. Tetapi sekarang, tren kita mulai menurun. Kalau ini dibiarkan, kita akan tertinggal,” tegas Rasman.

Dispora Kaltim melihat, bahwa salah satu penyebab mandeknya prestasi Anggar diwilayah Benua Etam. Yakni tidak aktifnya sejumlah daerah dalam menyelenggarakan kejuaraan, dan membentuk klub binaan. Padahal, menurut aturan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) KONI. Sebuah kabupaten/kota harus memiliki minimal dua klub olahraga untuk setiap cabang yang ingin dikembangkan.

“Kalau tidak ada klub, bagaimana mungkin ada pembinaan? Dan kalau tak punya pembinaan, secara organisasi daerah itu bisa gugur sebagai anggota KONI. Ini bukan sekadar administrasi, tapi soal keberlangsungan prestasi,” urai Rasman.

Rasman juga membeberkan, untuk di tingkat provinsi minimal harus ada lima kabupaten/kota yang aktif dalam membina satu cabang olahraga. Agar dapat dipertandingkan dalam Porprov atau didorong ke tingkat PON. Jika syarat ini tak dipenuhi, maka olahraga tersebut berisiko dikeluarkan dari sistem kompetisi resmi.

Kepala Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga (PPO) Dispora Kaltim, Rasman Rading mewakili Kepala Dispora Kaltim, HM Agus Hari Kesuam (AHK) menegaskan Cabor Anggar harus terus dilatih oleh pengurus IKASI Kaltim

Rasman juga mengingatkan, bahwa Kaltim kini sudah memiliki fasilitas anggar yang cukup representatif. Namun, fasilitas tanpa prestasi hanya akan menjadi beban pembiayaan tanpa hasil.

“Kita sudah punya gedung representatif. Tetapi kalau atletnya tidak dilatih, tidak bertanding, dan tidak berkembang, maka kita akan rugi besar. Ini bukan soal bangunan, tapi tentang bagaimana menjadikan fasilitas itu sebagai rumah pembinaan,” terang Rasman.

Dispora Kaltim dalam konteks inilah pihaknya menekankan akan pentingnya kolaborasi. Antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota. Diterangkan Rasman, dalam keberhasilan pembinaan olahraga, tidak bisa dibebankan pada satu pihak saja. Jadi semua pihak wajib harus bekerja sama. Mulai pemerintah, KONI, pengurus cabor, pelatih, klub, dan masyarakat. Kemudian pihaknya juga menekankan perlunya perencanaan jangka panjang.

“Pembinaan tidak bisa instan. Harus terencana, bertahap, dan berkelanjutan. Kalau tidak, kita hanya akan mengulang-ulang kejayaan masa lalu tanpa fondasi untuk masa depan,” beber Rasman.

Dispora Kaltim kini tengah menyusun skema insentif dan pembinaan yang lebih terintegrasi. Termasuk mendorong lahirnya lebih banyak klub-klub resmi. Sehingg bisa menjadi wadah pembinaan atlet usia dini.

“Kami siap mendampingi, tapi harus ada kemauan dari daerah. Jangan menunggu perintah atau hanya aktif ketika event besar sudah dekat. Atlet butuh ruang latihan, butuh bertanding, butuh merasa dihargai,” tutur Rasman.

Rasman juga menekankan, bahwa berbagai langkah yang dialkukan pihaknya akan menjadi bagian dari upaya strategis. Khususnya untuk mempertahankan eksistensi Kalimantan Timur sebagai salah satu provinsi penyumbang atlet terbaik nasional. Cabang olahraga anggar, yang selama ini menjadi andalan, tak bisa lagi bergantung pada generasi lama. (Adv/Adm1)

Tinggalkan Balasan