08/04/2026

DPRD Soroti Ketahanan Pangan Kaltim, Produksi Beras Masih Bergantung dari Luar Daerah

0
DPRD Soroti Ketahanan Pangan Kaltim, Produksi Beras Masih Bergantung dari Luar Daerah

DPRD Soroti Ketahanan Pangan Kaltim, Produksi Beras Masih Bergantung dari Luar Daerah. Anggota Komisi-II DPRD Kaltim, Firnadi Ikhsan

Loading

Iklan Benner DPRD Kaltim 2025

AspirasiNews.id, Samarinda- Anggota Komisi-II DPRD Kalimantan Timur (Kaltim), Firnadi Ikhsan, kembali mengemukakan pendapatnya. Kali ini, dirinya menilai ketahanan pangan di Benua Etam, masih menghadapi tantangan besar. Khususnya terkait ketersediaan beras.

Firnadi menyebut, meski indeks ketahanan pangan Kaltim, berada di posisi kedua nasional. Realitas di lapangan menunjukkan, ketergantungan terhadap pasokan beras dari luar daerah, masih sangat tinggi.

Bankkaltimtara BPD KUR 2024
Bankkaltimtara BPD KUR

“Produksi beras kita baru sekitar 170 ribu ton per tahun. Sedangkan kebutuhan masyarakat Kaltim, mencapai 350 ribu ton. Artinya, separuh kebutuhan masih dipenuhi dari luar daerah,” ujarnya kepada awak media, pada Rabu (1/10/2025).

Politikus muda itu menjelaskan, Kaltim sebenarnya memiliki potensi besar untuk mengembangkan sektor pertanian. Dari total 9 juta hektare lahan, baru sekitar 63 ribu hektare yang digunakan secara produktif sebagai lahan panen.

Firnadi menambahkan, Komisi II yang bermitra dengan Dinas Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura Kaltim memiliki fungsi pengawasan sekaligus penganggaran. Saat ini, pihaknya tengah mempersiapkan dukungan anggaran tahun 2026 agar program pertanian bisa lebih optimal.

“Kami sudah mulai rapat marathon sejak Juli lalu membahas kebutuhan pertanian untuk 2026. Tetapi ada kendala regulasi, yakni Permendagri Nomor 900 Tahun 2024 yang membatasi kewenangan provinsi dalam belanja sarana dan prasarana pertanian. Padahal, itu justru yang paling dibutuhkan petani kita di lapangan,” tegasnya.

Ia menekankan, DPRD akan terus mendorong pemerintah agar tidak hanya menjaga stabilitas pangan, tetapi juga meningkatkan kemandirian produksi.

“Ketahanan pangan tidak cukup hanya dilihat dari capaian indeks, tapi juga dari kemampuan daerah memenuhi kebutuhan masyarakat secara berkelanjutan,” pungkasnya. (Adv/DPRD Kaltim)

Tinggalkan Balasan