24/03/2026

Penguatan Demokrasi Daerah ke-8 Syahriah Mas’ud di Desa Maruat-Paser, Ajak Masyarakat Terlibat Aktif

0
Penguatan Demokrasi Daerah ke-8 Syahriah Mas’ud di Desa Maruat-Paser, Ajak Masyarakat Terlibat Aktif

Penguatan Demokrasi Daerah ke-8 Syahriah Mas’ud di Desa Maruat-Paser, Ajak Masyarakat Terlibat Aktif. Anggota Konisi-IV DPRD Kalimantan Timur, Syahariah Masud mendorong masyarakat desa memahami dan terlibat dalam proses demokrasi.

Loading

Iklan Benner DPRD Kaltim 2025

AspirasiNews.id, Paser- Kegiatan Penguatan Demokrasi Daerah (PDD) ke-8, oleh Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), Syahariah Mas’ud, bersama kolega ini, dinilai sangat mencerahkan masyarakat. Agenda kedewanan itu, kali ini sukses digelar, di Desa Maruat, Kecamatan Long Kali, Kabupaten Paser, pada akhir bulan lalu, tepatnya Sabtu (30/8/2025) siang.

Syahariah Mas’ud, Legislator dari Srikandi Golkar itu dalam sambutannya menegaskan. Bahwa agenda PDD sangat penting dilakukan. Tujuannya jelas, agar masyarakat desa memahami, dan terlibat dalam proses demokrasi. Sehingga mereka berpartisipasi aktif, terutama dalam pengawasan pembangunan, maupun kebijakan dari pemerintah.

Bankkaltimtara CMS 2024
Bankkaltimtara CMS

“Penguatan demokrasi, bukan hanya soal pemilu. Tapi juga bagaimana masyarakat mampu berpartisipasi aktif. Yakni dalam pengambilan keputusan di tingkat desa, hingga daerah. Dengan pemahaman yang baik, masyarakat bisa ikut mengawasi jalannya pemerintahan,” jelas Hj Syahariah Mas’ud, Anggota Komisi-IV DPRD Kaltim ini, di hadapan para warga, peserta PDD itu.

Dalam momen agenda kedewanan itu, juga dihadiri berbagai tokoh masyarakat, dan perangkat desa. Disini, juga menghadirkan dua pemateri berpengalaman, di bidang demokrasi. Diantaranya H Andi Muhammad Yusuf SH, dan Drs H Andi Arfin MSi, yang keduanya sebagai narasumber PDD ke-8 itu.

Andi Muhammad Yusuf, sebagai pemateri pertama memaparannya. Tentang sorotannya terhadap peran masyarakat, sebagai pengawas. Juga sekaligus bertindak sebagai penggerak pembangunan daerah.

“Demokrasi akan berjalan sehat, jika warga memiliki kesadaran. Yakni untuk menyampaikan aspirasi, dan juga mengawasi jalannya pemerintahan. Tanpa partisipasi rakyat, demokrasi hanya akan menjadi formalitas,” beber Yusuf.

Selanjutnya Andi Arifin, sebagai narasumber kedua, memberikan materi tentang perpolitikan. Dia menekankan, pentingnya pendidikan politik yang merata. Termasuk di daerah terpencil sekalipun.

“Kita tidak boleh membiarkan, adanya kesenjangan informasi politik. Antara desa, dan kota. Semua warga negara, memiliki hak yang sama. Yakni untuk mendapatkan pengetahuan politik. Agar dapat menentukan sikap secara bijak,” urai Arfin.

PDD ke-8 Syahariah ini dipimpin oleh Hamiah, sebagai moderator, Dirinya sukses memandu berlangsungnya serangkaian acara, yang penuh interaktif dan atraktif dari peserta itu. Terlihat, saat para peserta saat diberi kesempatan untuk bertanya. Bahkan juga untuk menyampaikan pandangannya. Mereka saling berebut melontarkan pertanyaanya pada narasumber.

Kegiatan ditutup dengan ajakan bersama, yakni untuk memperkuat komitmen membangun demokrasi yang partisipatif. Tentunya yang berkeadilan di Kabupaten Paser. (Adv/DPRD Kaltim)

Tinggalkan Balasan