24/03/2026

Dispora Gandeng BPS Petakan Kualitas Olahraga Daerah, untuk Acuan Strategi Pemerintah Kaltim

0
Dispora Gandeng BPS Petakan Kualitas Olahraga Daerah, untuk Acuan Strategi Pemerintah Kaltim

Dispora Gandeng BPS Petakan Kualitas Olahraga Daerah, untuk Acuan Strategi Pemerintah Kaltim. Tampak para anak-anak usia dini bermain bola di halaman Kantor Bupati Kubar, hal ini juga sebagai indikator suksesnya pemerataan olahraga menurut IPO Dispora Kaltim.-IST-

Loading

Iklan Benner Dispora Kaltim 2025

AspirasiNews.id, Samarinda- Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) kembali melakukan proses pengukuran Indeks Pembangunan Olahraga (IPO) di sejumlah kabupaten dan kota. Kegiatan ini dilaksanakan bersama Badan Pusat Statistik (BPS), guna mendapatkan gambaran menyeluruh tentang kondisi pembangunan olahraga di daerah Benua Etam ini.

Sehingga Dispora punya pemetaan dan road map yang jelas di wilayahnya. Hal ini tentunya juga sebagai acuan untuk melakukan tindakan dalam meningkatan aktivitas olahraga pada suatu daerah yang dianggap perlu. Karena diketahui, bahwa IPO ini menjadi indikator penting dalam mengukur capaian dan kualitas pembangunan olahraga. Istilah ini menggantikan Sport Development Index (SDI) yang sebelumnya digunakan.

Benner Bankaltimtara Nikmati Fasilitas Uang Valas
Bankaltimtara Nikmati Fasilitas Uang Valas

“IPO itu singkatan dari Indeks Pembangunan Olahraga. Kalau dulu kita menggunakan istilah Sport Development Index atau SDI yang diadaptasi dari luar negeri. Sekarang sudah disesuaikan ke bahasa Indonesia, menjadi Indeks Pembangunan Olahraga,” jelas Analis Kebijakan Ahli Muda Dispora Kaltim, Suriani, pada Rabu, (16/07/2025).

Suriani menambahkan, pengukuran IPO dilakukan melalui metode sampling di kabupaten dan kota. Tahun ini, Dispora Kaltim dijadwalkan akan melakukan pengumpulan data di dua wilayah. Yakni Kutai Kartanegara (Kukar) dan Kutai Barat (Kubar) dalam waktu dekat.

“Untuk IPO, kegiatannya adalah melakukan sampling ke kabupaten dan kota. Tujuannya guna mendapatkan sembilan dimensi penilaian. Kebetulan saat ini Jadwalnya dua daerah, yaitu Kukar dan Kubar,” kata Suriani di Kantor Dispora Kaltim, Gedung Kadrie Oening (GKO) Tower, Jalan PM Noor, Sempaja, Samarinda.

Suriani menerangkan, dalam penilaian IPO ini mencakup 9 dimensi utama. Karena indikator tersebut dinilai mampu menggambarkan tingkat pembangunan olahraga di suatu daerah. Dimensi tersebut meliputi indeks sumber daya manusia (SDM), ketersediaan ruang terbuka, literasi fisik, tingkat partisipasi, kebugaran, kesehatan personal, faktor ekonomi, serta performa olahraga.

“Dimensi yang kami ukur meliputi indeks SDM, ruang terbuka, literasi fisik, partisipasi, kebugaran, kesehatan personal, ekonomi, dan performa. Kegiatan ini bekerja sama dengan Badan Pusat Statistik (BPS). Untuk tahun depan, kami akan bersurat resmi. Agar data ini bisa lebih optimal digunakan di Kalimantan Timur,” tutur Suriani mewakili Kepala Dispora Kaltim, HM Agus Hari Kesuma (AHK).

Analis Kebijakan Ahli Muda Dispora Kaltim, Suriani

Suriani juga menekankan, dengan kolaborasi bersama BPS sangat penting. Terutama untuk menjamin validitas dan akurasi data yang diperoleh bisa dipertanggungjawabkan. Hasil pengukuran IPO itu nantinya, akan menjadi dasar dan acuan bagi pemerintah daerah. Khsusunya dalam merumuskan kebijakan dan program pembinaan olahraga. Baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota di Kaltim ini.

“Data IPO ini berfungsi untuk memetakan kekuatan dan kelemahan sektor olahraga di Kaltim. Dengan informasi tersebut, pemerintah dapat menyusun strategi yang tepat. Mulai dari peningkatan infrastruktur pendukung, hingga pembinaan atlet berprestasi,” ugkap Suriani lagi.

Suriadi berpesan, bahwa Dispora Kaltim juga terus mengajak masyarakat mendukung proses pengumpulan data IPO tersebut. Utamanya dengan memberikan informasi yang akurat dan valid tentang aktivitas olahraga di lingkungannya. Partisipasi publik dianggap krusial, agar data yang diperoleh benar-benar mencerminkan kondisi lapangan sesungguhnya.

“Dispora Kaltim menargetkan pengukuran IPO dapat dilanjutkan ke kabupaten dan kota lainnya di Kaltim secara bertahap. Jadi menjangkau seluruh wilayah dan smeua terpetakan secara menyeluruh. Dengan begitu, upaya pengembangan olahraga di Kaltim dapat berjalan lebih efektif, terukur, dan sesuai kebutuhan daerah,” papar Suriani lagi.

Dengan adanya IPO berbasis data valid, diharapkan kualitas pembangunan olahraga di Kaltim meningkat. Sekaligus memperkuat posisi daerah ini dalam peta olahraga nasional. (Adv/Adm1)

Tinggalkan Balasan