21/02/2024

DPRD Dorong Pemprov Percepat Peningkatan Sarana Prasarana Pendidikan di Kaltim Sambut IKN

0
Abdul Kadir Tappa

Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Abdul Kadir Tappa

DPRD KALTIM

AspirasiNews.id, Samarinda- Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Kaltim akan segera berooperasi. Untuk menyambutnya, bidang pendidikan menjadi salah satu yang harus diperhatikan dan menjadi hal paling mendasar. Bertujuan untuk mencetak generasi Kaltim sebagai sumber daya manusia (SDM) yang kompeten. Hal ini diungkapkan oleh Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Abdul Kadir Tappa. Dikatakannya bahwa, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim harus segera melakukan percepatan peningkatan sarana prasarana pendidikan di daerah. Khususnya sekolah di daerah yang bersentuhan langsung dengan IKN ini.

BANK KALTIM KPR

Kadir mengungkapkan, bahwa ada beberapa wilayah di Kaltim yang masih kurangnya fasilitas infrastruktur pendidikan. Seperti gedung sekolah, laboratorium, perpustakaan, UKS, Kantin Sehat, tempat ibadah Musala dan fasiitas lainnya. Hal ini berdampak pada kualitas lulusan yang kurang siap bersaing merebut peluang di IKN Nusantara.

“Sebenarnya pembangunan sektor pendidikan daerah sangat penting diperhatikan. Melihat Kaltim sudah ditunjuk sebagai daerah IKN. Pasti berpengaruh kepada SDM sendiri,” jelas Abdul Kadir Tappa baru-baru ini.

Politisi Golkar ini membeberkan bahwa SDM Kaltim harus ditingkatkan kompetensinya. Agar tidak tergeser oleh pendatang dari luar daerah yang akan membanjiri IKN Nusantara. Oleh karenanya dirinya mendorong Pemprov Kaltim untuk mengalokasikan anggaran yang cukup. Untuk memperbaiki dan membangun sarana prasarana pendidikan di seluruh Kabupaten Kota di Benua Etam ini.

“Harus ada percepatan yang dipikirkan pemerintah daerah dalam sektor pendidikan. Mulai dari tingkat SD, SMP, SMA atau SMK hingga perguruan tinggi Kaltim,” tegas Abdul Kadir lagi.

Legislator dari daerah pemilihan (Dapil) Bontang, Kutai Timur (Kutim) Berau ini juga mengingatkan bahwa dampak dari IKN Nusantara di Kaltim. Yakni bisa positif, tetapi juga bisa negatif. Satu diantaranya adalah penyempitan ruang gerak masyarakat lokal. Yang harus bersaing dengan penduduk dari berbagai daerah dan negara.

“Karena itulah kompetensi warga Kaltim harus diupayakan dari sekarang. Melalui peningkatan kualitas pendidikan,” harap Abdul Kadir Tappa. (Adv/Adm1)

Tinggalkan Balasan